Program Bantuan Pembibitan Dari PLN UIP Nusra Diharapkan Jadi Model Pemberdayaan Lingkungan Dan Ekonomi Bagi Masyarakat Pesisir Lombok Timur

Sabtu, 11 Oktober 2025 | 12:34:08 WIB

JAKARTA – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) terus memperkuat komitmen dalam menjaga keseimbangan lingkungan melalui program tanggung jawab sosial yang berfokus pada rehabilitasi pesisir. Salah satu langkah nyatanya diwujudkan dengan penyaluran 7.000 bibit mangrove di kawasan Ring-1 Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Lombok FTP-2 (2×50 MW), Desa Padak Guar, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur, pada Selasa, 7 Oktober 2025.

Program ini merupakan bagian dari strategi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-14 tentang ekosistem laut dan pesisir. Langkah tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap aspirasi masyarakat yang menginginkan kebangkitan kembali kawasan ekowisata mangrove di Dusun Purwakarya.

Kolaborasi PLN UIP Nusra Dengan Warga Dalam Pemulihan Hutan Mangrove

Kegiatan penanaman bibit mangrove yang digagas PLN UIP Nusra bukan hanya menjadi kegiatan seremonial semata, tetapi benar-benar dijalankan dengan melibatkan masyarakat. Dalam prosesnya, PLN bekerja sama dengan perangkat desa, kelompok kerja wisata Purwakarya, serta masyarakat Desa Padak Guar yang berperan aktif dalam setiap tahapan penanaman.

Masyarakat diajak untuk turut serta dalam proses pembibitan, penanaman, serta pemeliharaan mangrove agar program tersebut dapat berjalan berkelanjutan. Pendekatan kolaboratif ini bertujuan agar warga memiliki rasa kepemilikan terhadap lingkungan dan terdorong menjaga ekosistem yang telah diperbaiki.

Kepala Desa Padak Guar, Tarmizi, menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap dukungan PLN UIP Nusra. Ia menegaskan bahwa bantuan ini menjadi dorongan penting bagi masyarakat untuk terus melestarikan alam sekaligus menghidupkan kembali kawasan wisata.

“Terima kasih kepada PLN atas inisiatif dan perhatian terhadap lingkungan kami. Sudah lama masyarakat menantikan program seperti ini karena dapat membuka peluang ekonomi baru dan menjaga kelestarian alam,” ujarnya.

Langkah Nyata Rehabilitasi Pesisir Dan Dukungan Terhadap Ekonomi Lokal

Selain memberikan bantuan bibit mangrove, PLN UIP Nusra juga menyalurkan bantuan rehabilitasi jalur tracking wisata mangrove yang sebelumnya rusak akibat abrasi dan faktor cuaca. Bantuan ini bertujuan memperkuat infrastruktur wisata berbasis lingkungan agar kembali dapat dimanfaatkan oleh warga dan wisatawan.

Langkah tersebut tidak hanya difokuskan pada aspek ekologi, tetapi juga ekonomi. Dengan perbaikan akses wisata, masyarakat diharapkan dapat mengembangkan potensi ekonomi lokal seperti penyewaan perahu, kuliner, serta usaha cendera mata khas daerah. Melalui sinergi ini, PLN UIP Nusra berharap tercipta keseimbangan antara pelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Program ini juga menjadi bagian dari rangkaian panjang kegiatan rehabilitasi mangrove yang direncanakan secara bertahap. Pada tahap kedua, yang dijadwalkan berlangsung pada November 2025, PLN akan melaksanakan kegiatan penanaman bersama masyarakat sebagai tindak lanjut dari tahap pertama.

Komitmen PLN UIP Nusra Dalam Mendukung Pembangunan Berkelanjutan

General Manager PLN UIP Nusra, Rizki Aftarianto, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi nyata komitmen perusahaan terhadap prinsip pembangunan berkelanjutan di wilayah operasionalnya. Ia menegaskan, program rehabilitasi mangrove tidak hanya menjadi simbol tanggung jawab sosial, tetapi juga bagian dari upaya menjaga keberlangsungan kehidupan masyarakat di wilayah pesisir.

“Melalui program bantuan pembibitan ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga ekosistem pesisir. Upaya ini sejalan dengan misi kami dalam mendukung SDGs poin ke-14, yang menitikberatkan pada pelestarian sumber daya laut,” ungkap Rizki.

Ia menambahkan, keberadaan PLTU Lombok FTP-2 Sambelia tidak terlepas dari tanggung jawab lingkungan terhadap wilayah sekitar. Oleh karena itu, PLN terus menjalankan berbagai inisiatif sosial yang bertujuan menciptakan harmoni antara kebutuhan energi dan kelestarian alam.

Selain itu, Rizki juga menyoroti pentingnya edukasi lingkungan kepada masyarakat. Melalui kegiatan sosialisasi dan pendampingan, PLN UIP Nusra berkomitmen meningkatkan pemahaman warga mengenai manfaat mangrove dalam mencegah abrasi, menjaga keanekaragaman hayati, serta mendukung ketahanan pangan lokal.

Harapan Masyarakat Terhadap Keberlanjutan Ekowisata Mangrove Padak Guar

Kawasan mangrove Desa Padak Guar dikenal memiliki potensi besar untuk menjadi destinasi ekowisata unggulan di Lombok Timur. Namun, kerusakan lingkungan akibat perubahan iklim dan eksploitasi sumber daya alam menyebabkan kawasan ini sempat kehilangan daya tariknya. Melalui program Bantuan Pembibitan Mangrove dari PLN UIP Nusra, masyarakat berharap kawasan tersebut dapat kembali menjadi daya tarik wisata yang produktif.

Para anggota kelompok kerja wisata Purwakarya menyampaikan bahwa dukungan PLN telah memberikan semangat baru bagi mereka untuk menghidupkan kembali jalur wisata dan menata kembali ekosistem mangrove yang sebelumnya terabaikan. Dengan adanya bantuan tersebut, kegiatan konservasi tidak lagi menjadi tanggung jawab segelintir pihak, melainkan menjadi gerakan bersama.

Rizki Aftarianto menambahkan, program ini diharapkan menjadi inspirasi bagi daerah lain di Nusa Tenggara dalam menjalankan upaya pelestarian berbasis masyarakat. “Kami berharap masyarakat Padak Guar dapat mengelola kawasan mangrove dengan baik sehingga tidak hanya menjaga lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan,” ujarnya.

Upaya yang dilakukan PLN UIP Nusra ini juga memperlihatkan bagaimana sektor energi dapat bersinergi dengan sektor lingkungan dan pariwisata. Ke depan, kegiatan serupa akan terus dilakukan di beberapa wilayah binaan PLN untuk memperluas dampak positif terhadap lingkungan dan masyarakat.

Terkini