Masyarakat Sekotong Mendapatkan Layanan Listrik Lebih Baik Melalui PLN UIP Nusra HLN Ke 80 Memberikan Keandalan Dan Efisiensi Bagi Rumah Tangga Dan UMKM

Selasa, 04 November 2025 | 09:00:31 WIB

Jakarta – PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) berhasil menuntaskan tahap energize Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kilo Volt (kV) Jeranjang–Sekotong. Pencapaian ini berlangsung di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Kamis (23/10) oleh Unit Pelaksana Proyek (UPP) Nusra 1.

Jaringan transmisi baru ini menghubungkan Gardu Induk (GI) Jeranjang dengan GI Sekotong sepanjang 59 kilometer sirkuit. Sebanyak 76 menara melintasi 10 desa, menjadikannya jalur utama distribusi listrik dari pembangkit di Jeranjang menuju pusat-pusat beban di selatan Lombok.

Penguatan Keandalan Listrik di Lombok Barat dan Selatan

Manager PLN UPP Nusra 1, Yogi Yohannes Siburian, menjelaskan bahwa energize SUTT Jeranjang–Sekotong meningkatkan stabilitas sistem kelistrikan di Lombok bagian barat dan selatan.
Tahapan ini merupakan persiapan penting sebelum jaringan beroperasi penuh. PLN memastikan setiap proses pengoperasian memenuhi standar keamanan dan keandalan yang tinggi.

Yogi menambahkan bahwa jaringan baru ini dapat menurunkan risiko penurunan tegangan (voltage drop), meningkatkan stabilitas, dan menjaga kualitas pasokan listrik. Infrastruktur ini akan melayani sekitar 28.622 pelanggan, termasuk rumah tangga, UMKM, dan sektor pariwisata yang terus bertumbuh.

Dampak Positif Terhadap Aktivitas Ekonomi Lokal

Selain memperkuat pasokan listrik, keberadaan SUTT Jeranjang–Sekotong berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi daerah. Ketersediaan listrik yang stabil mempermudah aktivitas bisnis, meningkatkan kenyamanan masyarakat, dan mendorong perkembangan sektor pariwisata.

PLN memperkirakan pengurangan Energy Not Supplied (ENS) akibat rugi daya pada jaringan tegangan menengah 20 kV mencapai 4,38 gigawatt-hour (GWh) per tahun. Keberhasilan proyek ini juga didukung sinergi berbagai pihak, mulai dari PLN UIW NTB, UP2B NTB, UPT Mataram, ULTG Lombok Barat, hingga pemerintah daerah, aparat keamanan, Kejaksaan Tinggi NTB, BPN, dan masyarakat setempat.

Standar K3 Tinggi dan Pemanfaatan Komponen Dalam Negeri

Sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN), PLN menegaskan penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang ketat. Pusat Manajemen Proyek (Pusmanpro) PLN melakukan pengawasan mutu untuk memastikan pekerjaan aman, tepat waktu, dan sesuai standar teknis.

General Manager PLN UIP Nusra, Rizki Aftarianto, menyatakan proyek ini menunjukkan komitmen PLN terhadap industri nasional. Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) proyek mencapai 71,55 persen, sekaligus membuka peluang kerja bagi masyarakat lokal. Selain itu, proyek ini mendukung peningkatan rasio elektrifikasi di Lombok serta menjadi pendorong pertumbuhan UMKM dan sektor pariwisata di Sekotong.

Mendukung Transisi Energi Terbarukan

SUTT 150 kV Jeranjang–Sekotong juga berperan penting dalam integrasi energi baru terbarukan (EBT) di Lombok. Infrastruktur transmisi yang andal memungkinkan pembangkit EBT menyalurkan listrik secara efisien ke seluruh sistem kelistrikan lokal.

Rizki menegaskan bahwa jaringan ini memberikan fondasi yang kuat bagi pengembangan energi bersih, memaksimalkan manfaat ekonomi bagi masyarakat, serta mendukung transisi energi berkelanjutan di Lombok Barat. Dengan jaringan yang stabil, pemanfaatan pembangkit EBT dapat berjalan lebih optimal.

Kolaborasi dan Dukungan Berkelanjutan

Keberhasilan proyek ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara PLN, pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat. Semua pihak bekerja sama untuk memastikan pembangunan jaringan transmisi berjalan aman, sesuai standar teknis, dan tepat waktu.

Langkah strategis ini sekaligus memperlihatkan peran penting infrastruktur kelistrikan dalam mendorong aktivitas ekonomi lokal, meningkatkan pelayanan publik, dan memperkuat kualitas hidup masyarakat di wilayah Lombok Barat.

Terkini