Hari Sumpah Pemuda PLN UIP Nusra Wujudkan Dengan Kegiatan Gotong Royong Bersama Masyarakat Sebagai Bentuk Kepedulian Terhadap Lingkungan Dan Energi Hijau

Selasa, 04 November 2025 | 10:26:24 WIB

JAKARTA – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) terus memperkuat transparansi informasi publik melalui kegiatan kunjungan lapangan bersama insan pers ke proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Mataloko yang berlokasi di Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur.
Kegiatan yang berlangsung pada Jumat, 24 Oktober 2025, ini menjadi momentum penting bagi PLN dalam menunjukkan komitmen terhadap pengembangan energi baru terbarukan di wilayah Nusa Tenggara yang dikenal memiliki potensi panas bumi terbesar di Indonesia bagian timur.

Mendorong Transparansi Dan Pemahaman Publik Tentang Energi Panas Bumi

Melalui kunjungan lapangan ini, PLN UIP Nusra membuka ruang dialog antara jurnalis dan tim teknis di PLTP Mataloko agar media dapat memahami secara komprehensif kondisi lapangan serta proses pengembangan proyek geothermal.
Wakil Kepala Teknik Panas Bumi (KTPB) PLTP Mataloko, Taufik Iskandar, menyampaikan apresiasinya atas kehadiran puluhan wartawan dari berbagai media di Nusa Tenggara Timur. Ia menegaskan bahwa keterbukaan informasi menjadi hal penting agar publik mengetahui potensi energi panas bumi yang sedang dikembangkan.

“Selamat datang di PLTP Mataloko eksisting. Kami berharap kegiatan ini memberikan gambaran nyata tentang upaya PLN dalam menghadirkan listrik bersih dan berkelanjutan bagi masyarakat NTT,” ujar Taufik.

Para wartawan juga meninjau langsung area pengeboran panas bumi, lokasi manifestasi Mataloko, serta Desa Nua Wogo yang menjadi salah satu penerima manfaat dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN.

Peran Media Sebagai Mitra Strategis Dalam Transisi Energi

Manager Perizinan dan TJSL PLN UIP Nusra, Bobby Robson Sitorus, menjelaskan bahwa pelibatan media memiliki peran penting dalam membangun kesadaran publik tentang energi terbarukan.
Menurutnya, PLN terus berupaya menerapkan prinsip transparansi dalam setiap proses pembangunan infrastruktur energi, khususnya proyek-proyek berbasis energi panas bumi di Pulau Flores.

“Kami semua memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan informasi yang benar dan berimbang kepada masyarakat. Media merupakan mitra strategis dalam mendukung proses transisi energi nasional,” jelas Bobby.

Bobby menambahkan bahwa Kabupaten Ngada masih mengandalkan pasokan listrik dari luar Kecamatan Bajawa dengan porsi sekitar 98 persen. Padahal, Pulau Flores memiliki potensi panas bumi yang sangat besar, mencapai 999 megawatt dan tersebar di 21 titik potensial.
Ia menegaskan, panas bumi merupakan sumber energi baru terbarukan yang dapat berfungsi sebagai baseload atau sumber daya pembangkit utama untuk menjaga keandalan pasokan listrik di masa depan.

Progres Pembangunan Infrastruktur Panas Bumi Capai Tahap Akhir

Pembangunan PLTP Mataloko menunjukkan progres signifikan. Berdasarkan data terakhir, konstruksi proyek telah mencapai 85 persen, sedangkan pembangunan akses jalan mencapai sekitar 60 persen.
PLN UIP Nusra menargetkan seluruh pekerjaan dapat diselesaikan pada akhir tahun 2025 sehingga kegiatan mobilisasi peralatan dapat dimulai pada awal 2026.

Dalam kesempatan tersebut, para jurnalis diajak melihat langsung kondisi manifestasi panas bumi di sekitar area proyek. Manifestasi tersebut tampak jelas melalui adanya uap panas, aroma belerang, dan suara gemuruh dari bawah tanah—indikasi kuat potensi energi panas bumi yang besar.
Meski demikian, kondisi lingkungan sekitar tetap terjaga. Lahan pertanian warga tumbuh subur dan produktif, menunjukkan bahwa aktivitas panas bumi tidak memberikan dampak negatif terhadap sektor pertanian maupun kesehatan masyarakat.

Masyarakat Lokal Rasakan Dampak Ekonomi Dan Sosial Positif

Warga sekitar proyek PLTP Mataloko menyampaikan bahwa keberadaan proyek ini membawa manfaat ekonomi yang signifikan bagi desa mereka.
Marselinus Gone, seorang petani cabai di Desa Nua Wogo, mengaku tidak merasakan gangguan terhadap lahan pertaniannya sejak aktivitas panas bumi dilakukan di wilayah tersebut.

“Tanaman kami tumbuh dengan baik, hewan ternak tetap sehat, dan air sungai masih jernih. Jadi tidak ada masalah sama sekali dengan aktivitas proyek ini,” ujar Marselinus.

Hal serupa disampaikan oleh Emerensiana Wawo, warga Desa Ulubelu. Ia menilai kehadiran PLN justru membuka peluang ekonomi baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, PLN UIP Nusra selalu membuka ruang komunikasi dan mendengarkan aspirasi warga secara terbuka. “PLN sering datang berdialog dengan masyarakat dan membantu berbagai kebutuhan desa. Kami merasa dilibatkan dalam prosesnya,” katanya.

Sementara itu, Ketua Adat sekaligus Ketua Kelompok Sadar Wisata Desa Nua Wogo, Yohanes Baghi, menyampaikan dukungan penuh terhadap proyek PLTP Mataloko. Ia menilai kehadiran proyek ini tidak hanya membawa manfaat ekonomi, tetapi juga memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan energi berkelanjutan.

“Kami percaya pemerintah dan PLN sudah mempertimbangkan semua aspek dengan matang. Kami sudah merasakan manfaatnya dan siap mendukung penuh agar proyek ini berjalan lancar,” ungkap Yohanes.

PLN UIP Nusra Bangun Komunikasi Terbuka Dengan Media Dan Publik

Keterlibatan wartawan dalam kegiatan ini menjadi langkah strategis PLN UIP Nusra untuk membangun komunikasi publik yang sehat dan transparan.
Wartawan Mediator Kupang, Stanley Boymau, mengaku mendapatkan pandangan baru mengenai proyek geothermal setelah melihat langsung kondisi lapangan. Ia menilai pelibatan masyarakat dan pendekatan komunikasi yang dilakukan PLN menjadi contoh baik bagi proyek pembangunan lainnya di Indonesia Timur.

“Setelah menyaksikan langsung, kami jadi tahu bahwa masyarakat di sini beragam dalam pandangan, tetapi sebagian besar justru mendukung karena sudah merasakan manfaatnya,” ujarnya.

General Manager PLN UIP Nusra, Rizki Aftarianto, menegaskan bahwa keterbukaan informasi publik menjadi bagian penting dari strategi perusahaan dalam menjaga kepercayaan masyarakat.
Dengan melibatkan media, PLN berharap publik dapat memahami secara menyeluruh proses pengembangan infrastruktur kelistrikan dan manfaatnya bagi masyarakat sekitar.

“Melalui kolaborasi dengan media, kami ingin memastikan bahwa masyarakat menerima informasi yang benar dan objektif tentang apa yang sedang kami kerjakan di Mataloko,” ujar Rizki.

Terkini