Mensos Gus Ipul Buka MPLS Gelombang Kedua Sekolah Rakyat

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 15:46:32 WIB
Gus Ipul Buka MPLS Sekolah Rakyat Gelombang Kedua di 65 Titik [FOTO: NET].

JAKARTA - Sebanyak 65 Sekolah Rakyat secara bersamaan melangsungkan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) gelombang kedua pada hari Jumat (31/7).

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) memimpin pembukaan MPLS gelombang kedua tersebut secara virtual dari wilayah Jakarta, sementara Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono hadir secara fisik di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Wonosobo, Jawa Tengah.

"Data menunjukkan lebih dari empat juta anak usia sekolah di Indonesia tidak bersekolah. Anak-anak inilah yang menjadi penerima manfaat Sekolah Rakyat," ujar Gus Ipul dalam keterangan resminya di Jakarta, Sabtu.

Mensos memberikan apresiasi kepada para gubernur, bupati, wali kota, serta seluruh jajaran pemerintah daerah yang telah memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan Sekolah Rakyat, sebagai program strategis Presiden Prabowo Subianto demi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

Ia menegaskan bahwa Sekolah Rakyat hadir untuk menjangkau anak-anak yang selama ini belum terlayani sektor pendidikan, baik mereka yang terpaksa putus sekolah maupun yang belum pernah mengenyam bangku pendidikan sama sekali.

Ia juga menekankan bahwa pelaksanaan MPLS yang dibagi secara bertahap ke dalam empat gelombang bukan disebabkan oleh keterlambatan atau ketidaksiapan pemerintah, melainkan wujud kehati-hatian agar seluruh fasilitas sekolah benar-benar siap menampung peserta didik.

"Tahapan ini merupakan bentuk tanggung jawab kami. Ada tiga hal yang menjadi pertimbangan, yakni kesiapan fungsional sarana dan prasarana, keselamatan dan kenyamanan anak sebagai prioritas utama, serta kepastian utilitas dasar seperti air bersih, listrik, dan sanitasi telah terverifikasi," paparnya.

Menurut Gus Ipul, langkah tersebut selaras dengan ketentuan budaya sekolah yang aman dan nyaman sebagaimana tercantum di dalam Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026.

Ia turut memberikan peringatan kepada seluruh kepala sekolah dan jajaran tenaga pendidik agar menjadikan ajang MPLS sebagai ruang yang ramah anak serta steril dari tiga dosa besar dunia pendidikan.

"Saya minta dikawal betul. Jangan sampai terjadi perundungan, kekerasan baik fisik maupun seksual, serta intoleransi. Tidak ada satu pun anak yang boleh pulang membawa luka dari sekolah yang seharusnya menjadi rumah kedua mereka," ucap Mensos.

Gus Ipul menggarisbawahi bahwa MPLS bukan sekadar kegiatan adaptasi lingkungan sekolah semata, melainkan momentum krusial untuk mengidentifikasi kondisi awal masing-masing peserta didik.

"MPLS adalah momen mencari baseline atau titik nol kondisi setiap anak, mulai dari kesehatan fisik, kondisi psikologis, hingga minat dan bakatnya. Dari titik nol inilah kami merancang intervensi yang tepat agar setiap anak berkembang sesuai kebutuhannya," tuturnya.

Selain menerima materi di ruang kelas, para siswa Sekolah Rakyat juga akan didampingi oleh taruna dari jajaran TNI dan Polri untuk melatih kedisiplinan, kerapian, serta kemahiran dalam mengelola pola kehidupan di asrama.

"Kehadiran mereka bukan sebagai atasan, melainkan sebagai kakak yang membentuk kebiasaan baik sejak hari pertama, mulai dari disiplin waktu, merapikan tempat tidur, hingga bertanggung jawab terhadap diri sendiri," ujar Gus Ipul.

Kepada para orang tua murid, Gus Ipul memberikan imbauan agar ikhlas melepas buah hati mereka menimba ilmu di Sekolah Rakyat serta senantiasa mengiringinya dengan doa dan dukungan penuh.

"Ini bukan perpisahan, melainkan ikhtiar bersama untuk masa depan anak-anak yang lebih baik. Sesuai arahan Presiden, pintu sekolah akan selalu terbuka. Orang tua dipersilakan menjenguk anak-anaknya kapanpun," ucap Mensos.

Pada momen yang sama, Gus Ipul turut menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bahu-membahu memastikan anak-anak bisa mengakses program Sekolah Rakyat.

"Kemensos tidak mungkin bekerja sendiri. Sekolah Rakyat adalah gotong royong pemerintah pusat dan daerah dalam menjalankan program strategis Presiden Prabowo," katanya.

Secara khusus, Gus Ipul meminta kepada para kepala daerah untuk terus memantau jalannya operasional Sekolah Rakyat, khususnya selama masa transisi tiga bulan ke depan hingga seluruh perangkat kependidikan dan fasilitas pendukung siap beroperasi secara maksimal.

Gus Ipul juga menyampaikan pesan kepada seluruh pelajar yang mengikuti MPLS Gelombang Kedua agar memanfaatkan kesempatan menimba ilmu ini dengan sebaik-baiknya.

"Selamat datang di rumah baru kalian. Jadikan MPLS ini sebagai awal perjalanan panjang untuk menjadi anak Indonesia yang pintar, berkarakter, dan terampil," demikian Gus Ipul.

Halaman :

Terkini

Empat Talenta Persipura Perkuat Indonesia All Stars

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 22:27:31 WIB

Emery dan Mings Kagum Antusiasme Masyarakat Indonesia

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 22:22:31 WIB

Legenda Bulu Tangkis Bersama Lin Dan Gelar Shuttle Open

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 22:17:31 WIB

Pengamat Soroti Kualitas Pemain Pelapis Timnas Indonesia

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 22:09:31 WIB