Industri Otomotif Perkuat Fondasi Ekonomi Nasional Lewat Inovasi dan Investasi

Rabu, 04 Februari 2026 | 10:20:59 WIB
Industri Otomotif Perkuat Fondasi Ekonomi Nasional Lewat Inovasi dan Investasi

JAKARTA - Industri otomotif terus menunjukkan perannya sebagai salah satu penggerak utama ekonomi Indonesia. 

Di tengah dinamika ekonomi global, sektor ini tetap mampu memberikan kontribusi nyata terhadap aktivitas produksi nasional. Pemerintah pun menempatkan industri otomotif sebagai pilar penting dalam struktur industri manufaktur.

Kontribusi sektor otomotif tidak hanya tercermin dari volume produksi kendaraan. Peran tersebut juga terlihat dari besarnya nilai tambah yang dihasilkan bagi perekonomian. Hal ini menjadikan industri otomotif sebagai salah satu sektor yang terus dijaga keberlanjutannya.

Dengan karakter industri yang padat modal dan teknologi, otomotif memiliki posisi strategis. Keberadaannya berpengaruh langsung terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Pemerintah memandang sektor ini sebagai fondasi penting pembangunan industri.

Kontribusi Otomotif Capai 1,28 Persen PDB

Deputi Perniagaan Ekonomi Digital Ali Murtopo menyampaikan kontribusi industri otomotif terhadap PDB nasional terbilang signifikan. Pada triwulan III 2025, sektor ini menyumbang sekitar 1,28 persen terhadap pembentukan PDB Indonesia. Angka tersebut menempatkan otomotif sebagai industri manufaktur terbesar keempat di Tanah Air.

“Nah, khusus untuk otomotif kalau kita perhatikan bagaimana picture-nya dan peranannya kepada perekonomian kita ya cukup besar terhadap pembentukan PDB kita di 1,28 persen di triwulan III-2025,” ujar Ali dalam EVolution Indonesia Forum yang diselenggarakan oleh CNN Indonesia.

Posisi tersebut berada di bawah industri makanan dan minuman, kimia farmasi, serta elektronik. Meski demikian, kontribusi otomotif dinilai sangat strategis karena sifat industrinya yang kompleks. Pemerintah melihat capaian ini sebagai sinyal positif bagi perekonomian.

Ekosistem Luas Jadi Kekuatan Industri Otomotif

Ali menjelaskan, kekuatan industri otomotif tidak hanya berasal dari produksi kendaraan semata. Sektor ini memiliki keterkaitan ke belakang dan ke depan yang sangat luas. Dampaknya melibatkan banyak subsektor dan pelaku usaha di berbagai lini.

“Kalau dari sisi backward forward juga melibatkan ekosistem yang sangat luas. Dan itu yang meyakini kita bahwa industri otomotif ini sangat penting untuk kita jaga,” kata Ali.

Rantai pasok otomotif mencakup industri komponen, logistik, hingga jasa pendukung. Aktivitas tersebut menciptakan efek berganda bagi perekonomian. Karena itu, menjaga stabilitas industri otomotif menjadi perhatian utama pemerintah.

Simbol Kemajuan Teknologi dan Ekonomi Negara

Industri otomotif juga dipandang sebagai cerminan tingkat kemajuan suatu negara. Ali menilai perkembangan sektor ini sering kali sejalan dengan kemajuan teknologi dan ekonomi nasional. Oleh sebab itu, keberlanjutan industri otomotif memiliki makna strategis.

“Otomotif ini juga menjadi simbol kemajuan teknologi maupun ekonomi sebuah negara,” ucapnya.

Penguasaan teknologi dalam industri otomotif menjadi indikator daya saing bangsa. Inovasi yang berkembang di sektor ini mendorong transformasi industri lainnya. Pemerintah pun terus mendorong penguatan teknologi otomotif nasional.

Dukungan Pemerintah Dorong Investasi dan Inovasi

Pemerintah berkomitmen menjaga kontribusi industri otomotif melalui berbagai kebijakan pendukung. Langkah tersebut dilakukan untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif. Fokus utama diarahkan pada penguatan inovasi dan pengembangan teknologi.

“Kita tahu bersama bagaimana untuk otomotif khususnya EV ini juga sudah sangat diperhatikan dengan sungguh-sungguh oleh negara, baik melalui insentif fiskal maupun non fiskal,” pungkasnya.

Perhatian terhadap kendaraan listrik menjadi bagian dari strategi jangka panjang. Pemerintah berharap sektor otomotif tetap menjadi penopang ekonomi nasional. Dengan dukungan kebijakan yang tepat, daya saing industri di tingkat global diharapkan terus meningkat.

Terkini