Rupiah Menguat Signifikan, Sentimen Positif Investor Asia Terpantau Hari Ini

Rabu, 11 Februari 2026 | 10:16:27 WIB
Rupiah Menguat Signifikan, Sentimen Positif Investor Asia Terpantau Hari Ini

JAKARTA - Rupiah Dibuka Menguat ke Rp 16.772 Per Dolar AS Hari Ini (11/2), Asia Kompak Naik menjadi perhatian pelaku pasar. 

Nilai tukar rupiah di pasar spot dibuka menguat pada awal perdagangan. Kondisi ini memberikan sinyal positif terhadap tren pergerakan mata uang regional.

Penguatan rupiah tercatat sebesar 0,23% dibanding penutupan sebelumnya di level Rp 16.811 per dolar AS. Pergerakan ini sejalan dengan sebagian besar mata uang Asia yang menunjukkan apresiasi. Pelaku pasar melihat kondisi ini sebagai refleksi optimisme investor regional.

Hingga pukul 09.00 WIB, beberapa mata uang utama Asia menunjukkan penguatan signifikan. Yen Jepang menjadi yang tertinggi setelah melonjak 0,27%. Baht Thailand menyusul dengan kenaikan 0,21%.

Penguatan Mata Uang Regional

Selain yen dan baht, dolar Taiwan meningkat 0,16% terhadap dolar AS. Peso Filipina juga terangkat 0,15%, menunjukkan aliran modal regional yang positif. Won Korea Selatan menguat tipis sebesar 0,09% pada perdagangan pagi.

Dolar Hongkong tercatat naik 0,03% sementara dolar Singapura menguat 0,02%. Penguatan tipis ini tetap memberikan dampak psikologis positif bagi investor regional. Meski kecil, kenaikan ini menunjukkan perbaikan sentimen pasar.

Namun, tidak semua mata uang mengalami apresiasi. Ringgit Malaysia melemah terdalam sebesar 0,07% di kawasan Asia. Sementara yuan China melemah tipis 0,04% terhadap dolar AS di pagi hari. Kondisi ini menandakan dinamika pasar yang masih bervariasi.

Faktor Penguatan Rupiah

Penguatan rupiah didorong oleh optimisme pasar terhadap stabilitas ekonomi domestik. Minat beli investor terhadap aset rupiah meningkat sejak pembukaan perdagangan. Sentimen positif ini menandai perbaikan persepsi terhadap risiko pasar Indonesia.

“Rupiah dibuka menguat 0,23% dibanding penutupan sebelumnya, mencerminkan respons pasar terhadap kondisi fundamental yang relatif stabil,” kata analis pasar. Ia menilai penguatan ini masih berada dalam batas wajar. Pelaku pasar memantau pergerakan dengan kehati-hatian.

Selain itu, aliran modal asing yang masuk ke pasar saham domestik turut menopang apresiasi. Investor melihat peluang untuk diversifikasi portofolio di Asia Tenggara. Hal ini memberikan dampak lanjutan pada penguatan rupiah di awal sesi.

Dinamika Pasar Asia

Penguatan rupiah tidak lepas dari tren positif di pasar Asia. Sebagian besar mata uang utama di kawasan ini menguat terhadap dolar AS. Hal ini terjadi seiring meningkatnya optimisme investor terhadap stabilitas politik dan ekonomi regional.

Yen Jepang memimpin penguatan dengan kenaikan 0,27%, diikuti baht Thailand 0,21%. Investor regional juga mencatat apresiasi pada dolar Taiwan, peso Filipina, dan won Korea Selatan. Pergerakan ini menunjukkan korelasi antara sentimen global dan penguatan mata uang domestik.

Meski sebagian besar mata uang terapresiasi, beberapa mata uang masih melemah. Ringgit Malaysia menjadi yang terdalam dengan penurunan 0,07%. Yuan China melemah tipis 0,04% terhadap dolar AS, menandai fluktuasi yang masih terjadi di kawasan Asia.

Prospek Rupiah dan Implikasi Investor

Penguatan rupiah di awal sesi memberikan optimisme terhadap pergerakan pasar selanjutnya. Investor domestik dan regional menilai momentum ini sebagai peluang diversifikasi aset. Kondisi ini diharapkan bisa mendorong stabilitas nilai tukar ke depannya.

“Rupiah Dibuka Menguat ke Rp 16.772 Per Dolar AS Hari Ini, Asia Kompak Naik, mencerminkan sentimen positif investor,” kata analis. Investor juga mencermati indikator global dan kebijakan moneter regional. Hal ini diharapkan menjadi penguat psikologis bagi pasar.

Pelaku pasar tetap waspada terhadap dinamika regional. Meskipun tren penguatan terlihat, fluktuasi masih mungkin terjadi. Namun, optimisme awal ini menjadi dasar bagi ekspektasi yang lebih stabil di pasar ke depan.

Terkini