JAKARTA - Tak terasa, bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah semakin mendekat.
Kementerian Agama akan segera melaksanakan pemantauan hilal dalam waktu dekat. Metode rukyatul hilal ini dijadwalkan berlangsung untuk memastikan awal Ramadhan tahun ini.
Pemantauan hilal akan dilakukan di 96 lokasi di seluruh Indonesia. Setiap lokasi dipilih untuk memberikan cakupan pemantauan maksimal. Hasil observasi tersebut menjadi dasar sidang isbat penentuan awal Ramadhan.
Pelaksanaan rukyatul hilal dilakukan dengan mengutamakan ketelitian dan metode ilmiah. Pemantauan ini menjadi bagian penting dalam memastikan keseragaman penetapan awal bulan suci. Masyarakat dapat menunggu pengumuman resmi sebagai pedoman bersama.
Daftar Lokasi Pemantauan Hilal
Di Aceh, lokasi pemantauan meliputi Observatorium Tgk. Chiek Kuta Karang, Lhoknga. Sumatera Utara dilakukan di lantai IX Kantor Gubernur Sumatera Utara. Sementara Sumatera Barat memiliki banyak titik, termasuk Pasaman Barat, Kota Payakumbuh, Pesisir Selatan, Kota Bukittinggi, dan Padang Solok Selatan.
Di Riau, pemantauan dilakukan di Kota Dumai. Kepulauan Riau menyiapkan lokasi di Pantai Tanjung Setumu dan Masjid Sultan Riayat Syah. Jambi menggunakan rooftop Bank Jambi Lt.14, sedangkan Sumatera Selatan menyiapkan Helipad Hotel Aryaduta Palembang.
Bangka Belitung memiliki lokasi di Pantai Tanjung Raya, Pantai Tanjung Kalian, dan Pantai Tanjung Tinggi Tanjungpandan. Bengkulu memantau di Pantai Pasir Putih. Lampung melaksanakan observasi di POB Bukit Gelumpai, Pantai Canti, Kalianda.
Jadwal dan Pelaksanaan Sidang Isbat
Pemerintah menetapkan sidang isbat penentuan 1 Ramadhan 2026 pada 17 Februari 2026. Sidang berlangsung di Kantor Kementerian Agama RI, Jalan M.H. Thamrin No. 6, Jakarta. Pelaksanaannya dihadiri berbagai pihak untuk menjaga transparansi dan ilmiah.
Peserta sidang mencakup duta besar negara sahabat, Ketua Komisi VIII DPR RI, perwakilan Mahkamah Agung, Majelis Ulama Indonesia, BMKG, dan BIG. Ada juga BRIN, Bosscha ITB, Planetarium Jakarta, pakar falak dari ormas Islam, pondok pesantren, serta Tim Hisab Rukyat Kemenag.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad, menegaskan sidang mengutamakan kehati-hatian dan keilmuan. “Pemerintah berupaya memastikan penetapan awal Ramadhan dilakukan secara ilmiah, transparan, dan melibatkan seluruh unsur terkait,” ujarnya. Sidang ini mempertemukan data hisab dengan hasil rukyatul hilal dari seluruh lokasi.
Hitungan Hisab Menjelang Ramadhan
Berdasarkan perhitungan hisab, ijtimak menjelang Ramadhan 2026 terjadi pada pukul 19.01 WIB. Saat matahari terbenam di seluruh wilayah Indonesia, posisi hilal berada di bawah ufuk dengan ketinggian antara -2° 24’ 42” hingga -0° 58’ 47”. Sudut elongasi berkisar 0° 56’ 23” hingga 1° 53’ 36”.
Dengan kriteria visibilitas seperti MABIMS, hilal belum memenuhi syarat untuk tampak secara teoritis. Data hisab ini diintegrasikan dengan rukyatul hilal yang dilakukan di 96 lokasi. Pemerintah memastikan pengumuman penetapan awal Ramadhan dilakukan setelah sidang selesai melalui konferensi pers resmi.
Abu Rokhmad menambahkan, “Hasil hisab dan rukyat akan kami bahas bersama. Keputusan akhir disampaikan kepada masyarakat agar menjadi pedoman bersama umat Islam di Indonesia.” Pendekatan ini memastikan bahwa penetapan awal puasa dilakukan secara transparan dan dapat diterima luas.
Perbedaan Penetapan Awal Ramadhan
Hingga kini, kalender Hijriah Indonesia menunjukkan awal puasa Ramadhan 2026 akan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Artinya, jika dihitung dari hari ini, waktu menuju bulan suci tinggal 8 hari. Namun, tanggal tersebut bersifat tentatif karena menunggu hasil sidang isbat resmi.
Sementara itu, Muhammadiyah telah menentukan awal puasa melalui metode hisab hakiki wujudul hilal. Pimpinan Pusat Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Dengan begitu, masyarakat diharapkan siap menyambut bulan suci dengan penuh keberkahan.
Keberadaan 96 lokasi pemantauan hilal memberikan cakupan yang luas dan akurat. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga keseragaman penetapan awal Ramadhan. Dengan langkah ilmiah ini, masyarakat dapat menunaikan ibadah puasa secara tepat waktu dan penuh keyakinan.