Dukungan Wapres Gibran Perkuat Program Pelatihan AI bagi UMKM Nasional

Kamis, 26 Februari 2026 | 10:16:06 WIB
Dukungan Wapres Gibran Perkuat Program Pelatihan AI bagi UMKM Nasional

JAKARTA - Transformasi digital menjadi kunci penting dalam memperkuat daya saing pelaku usaha di era teknologi. 

Pemerintah terus mendorong adaptasi kecerdasan buatan agar pelaku UMKM mampu berkembang lebih cepat dan inovatif. Komitmen tersebut kembali ditegaskan melalui dukungan langsung dari Wakil Presiden terhadap program pelatihan AI di Indonesia.

Pertemuan di Istana Wakil Presiden

Wakil Presiden Gibran Rakabuming memberikan dukungan terhadap pelatihan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) bagi pelaku UMKM ASEAN Foundation, dalam pertemuan di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Rabu, 25 Februari 2026. 

Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi pengembangan kapasitas digital. Dukungan tersebut sekaligus menunjukkan perhatian pemerintah terhadap sektor usaha kecil dan menengah.

Pada kesempatan itu, delegasi ASEAN Foundation memaparkan program AIM ASEAN, inisiatif pelatihan AI yang dirancang khusus untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing UMKM di Asia Tenggara. 

Indonesia menjadi salah satu fokus utama program ini karena besarnya kontribusi UMKM terhadap perekonomian nasional. Program ini diharapkan mampu menjawab tantangan transformasi digital di kawasan.

Legal Coordinator dan Project Manager AIM ASEAN, Eci Ernawati, menjelaskan program ini dijalankan bersama mitra lokal di Indonesia, termasuk KUMPUL Impact dan Kaizen Room. Kolaborasi tersebut memperkuat pelaksanaan pelatihan agar lebih tepat sasaran. Sinergi lintas pihak dinilai penting untuk memastikan keberhasilan program.

Komitmen Dukungan untuk UMKM Nasional

“Beliau menyampaikan bahwa untuk kegiatan pelatihan AI, khususnya UMKM, di seluruh Indonesia, beliau akan mendukung, baik mungkin secara aksesnya kepada UMKM, kemudian juga secara tempatnya, dan kita akan support juga dari hal knowledge-nya. Jadi, memang kita mengharapkan ada kolaborasi dengan pemerintah dan bapak wakil presiden sangat mendukung itu,” kata Eci. 

Pernyataan tersebut menegaskan komitmen konkret dalam memperluas akses pelatihan. Dukungan ini diharapkan mampu mempercepat adopsi teknologi di kalangan pelaku usaha kecil.

Dukungan ini menjadi sinyal kuat komitmen pemerintah dalam memperkuat kapasitas pelaku usaha kecil agar mampu beradaptasi dengan teknologi digital. 

Pelatihan AI diharapkan tidak hanya meningkatkan efisiensi usaha, tetapi juga membuka peluang inovasi produk, pemasaran berbasis data, hingga perluasan akses pasar. Transformasi ini penting untuk menjaga daya saing UMKM di tengah perubahan ekonomi global.

Selain AIM ASEAN, dalam audiensi juga dipaparkan AI Ready ASEAN Program yang menyasar 5,5 juta individu di seluruh negara ASEAN, termasuk guru, pemuda, dan orang tua. Program ini dirancang dengan pendekatan inklusif, memperhatikan kelompok rentan. Pendekatan tersebut memperluas dampak literasi digital hingga ke berbagai lapisan masyarakat.

Antusiasme terhadap AI Ready ASEAN Program

Project Manager AI Ready ASEAN, Diera Gala Paksi, menyampaikan bahwa program ini mendapat respons positif dari wakil presiden karena sejalan dengan agenda pembangunan sumber daya manusia nasional. Antusiasme tersebut memperkuat keyakinan bahwa program ini memiliki relevansi strategis. Peningkatan kapasitas SDM menjadi prioritas dalam pembangunan nasional.

“Bapak wakil presiden cukup antusias dengan adanya program ini, apalagi ini juga sejalan dengan Asta Cita pemerintah, khususnya pemberdayaan sumber daya manusia, di mana kami juga menjangkau beberapa di antaranya semacam santri, daerah remote areas, dan juga kaum-kaum marginal lainnya,” ujarnya. 

Pernyataan ini menekankan pentingnya pemerataan akses teknologi. Program tersebut dirancang agar manfaatnya dapat dirasakan hingga ke wilayah terpencil.

Diera menegaskan pentingnya keberlanjutan program melalui dukungan kebijakan dan kolaborasi antara pemerintah dan mitra pelaksana. Keberlanjutan menjadi faktor penting agar pelatihan tidak berhenti pada tahap awal. Sinergi kebijakan dan implementasi lapangan diharapkan berjalan selaras.

“Kami sangat berterima kasih banyak atas dukungan dari bapak wakil presiden dan juga kami cukup terbantu. Tentu ini juga sejalan dengan program AI Ready ASEAN, di mana kita tidak hanya fokus ke grassroot level, tapi bagaimana membuat program ini lebih sustain lagi dengan dukungan dari pemerintah, tentunya dari sisi kebijakan dan juga dukungan lain,” ucapnya. 

Dukungan tersebut menjadi landasan untuk memperluas jangkauan pelatihan. Harapannya, program dapat berkembang secara berkelanjutan di masa mendatang.

Menuju Kedaulatan Digital Berbasis SDM

Eci menambahkan, melalui literasi dan pelatihan AI untuk masyarakat umum maupun UMKM, Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi pasar teknologi, tetapi juga mampu membangun kedaulatan digital berbasis kapasitas sumber daya manusia. 

Penguatan kapasitas ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang pembangunan nasional. Transformasi digital dinilai harus dibarengi dengan kesiapan SDM yang memadai.

“Kami berharap dengan adanya pelatihan AI, baik itu untuk masyarakat umum maupun UMKM, ini bisa membantu bagaimana Indonesia bisa daulat secara digital, dan kita juga melatih lebih banyak grassroot, baik itu masyarakatnya maupun UMKM-nya,” kata Eci. 

Pernyataan tersebut menegaskan visi besar di balik pelaksanaan program. Pelatihan AI diproyeksikan menjadi fondasi penguatan ekonomi digital nasional.

Dukungan Wakil Presiden terhadap pelatihan AI bagi UMKM dan masyarakat luas memperlihatkan arah kebijakan yang progresif. Kolaborasi antara pemerintah dan mitra pelaksana menjadi kunci keberhasilan implementasi program. Dengan sinergi yang kuat, transformasi digital di Indonesia diharapkan berjalan inklusif dan berkelanjutan.

Terkini