PLN UIP2B Jamali targetkan akselerasi Transformasi Energi Bersih di desa dengan potensi perikanan tinggi

Selasa, 15 Juli 2025 | 02:38:59 WIB

PLN Unit Pelaksana Pengatur Beban (UP2B) Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta menunjukkan komitmennya dalam mendukung sektor kelautan dan perikanan melalui program Electrifying Marine yang berfokus pada peningkatan daya saing. Kegiatan ini berlangsung di Desa Betahwalang, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak dan menyasar masyarakat pesisir, khususnya kalangan muda yang berkiprah di sektor tersebut.

Elektrifikasi sektor kelautan dan perikanan dipilih untuk menggantikan penggunaan energi berbasis fosil dengan listrik. Langkah ini bertujuan meningkatkan efisiensi dan produktivitas serta menciptakan ekosistem kelautan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Betahwalang dikenal sebagai desa dengan potensi hasil laut yang besar, dihuni oleh 1.805 nelayan. Namun, berbagai tantangan masih dihadapi seperti minimnya infrastruktur dan tingginya ketergantungan pada bahan bakar yang tidak ramah lingkungan.

PLN hadir memberikan solusi melalui penyediaan listrik yang andal, pemasangan alat bantu navigasi pelayaran (SBNP), dan pelatihan modern untuk meningkatkan daya saing sektor kelautan dan perikanan. Diharapkan langkah ini mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat, menurunkan emisi karbon, dan memperluas pemanfaatan energi listrik.

Lewat program Electrifying Marine, PLN menawarkan solusi berkelanjutan. Bantuan yang diberikan mencakup instalasi lampu suar di titik penting pesisir dan penerapan kincir listrik untuk tambak nelayan. Inisiatif ini memperkuat aspek keselamatan dan efisiensi dalam aktivitas kelautan.

General Manager PLN UIP2B Jawa, Madura, dan Bali, Munawwar Furqan, menyatakan bahwa program ini bukan hanya sekadar bantuan, melainkan langkah membangun ekosistem energi berbasis teknologi yang berkelanjutan. Kolaborasi antara masyarakat lokal dan pemerintah daerah menjadi faktor kunci keberhasilannya.

Kepala Desa Betahwalang, Abdullah Taufik, S.Pd., menyambut positif inisiatif ini. Ia menuturkan bahwa selama ini nelayan sering tersesat saat kembali melaut di malam hari karena tidak adanya penanda. Keberadaan lampu suar sangat membantu mereka untuk kembali dengan aman ke desa.

Penerapan teknologi kincir bertenaga listrik pada tambak diharapkan membawa perubahan signifikan. H. Zenuddin, seorang nelayan muda, menjadi peserta uji coba teknologi ini. Sebelumnya, ia menggunakan mesin diesel yang mahal dan menghasilkan polusi suara serta udara.

Program ini mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, serta poin 14 tentang ekosistem laut. PLN tidak hanya membangun infrastruktur kelistrikan, tetapi juga mendorong kemandirian masyarakat pesisir dengan teknologi baru.

Lampu suar dan kincir listrik membuka kesempatan bagi generasi muda untuk terlibat lebih dalam dalam ekonomi berbasis kelautan. Mereka diharapkan menjadi pelopor dalam penggunaan energi bersih yang lebih efisien dan ramah lingkungan untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

PLN UP2B Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta akan terus memperluas program ini ke wilayah pesisir lainnya. Dengan kolaborasi antara BUMN, pemerintah, dan masyarakat, PLN optimis bahwa masyarakat pesisir dapat menjadi lebih mandiri serta mampu menghadapi tantangan global dalam bidang energi dan pangan.

Terkini