PLN UIP2B Jamali ajarkan konversi kendaraan listrik sebagai bekal siswa menghadapi era Listrik Untuk Rakyat

Selasa, 15 Juli 2025 | 09:09:32 WIB

PLN Unit Pelaksana Pengatur Beban (UP2B) Bali secara resmi meluncurkan inisiatif pendidikan berupa pelatihan konversi motor listrik di SMKN 1 Denpasar. Program ini merupakan bagian dari komitmen Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN yang difokuskan pada peningkatan mutu pendidikan sekaligus mendorong perkembangan energi bersih untuk mencapai target Net Zero Emission pada tahun 2060.

Kegiatan pelatihan ini ditujukan kepada siswa dan tenaga pengajar dari jurusan Teknik Mesin, Otomotif, dan Elektronika, guna memberikan pemahaman dan keahlian praktis dalam mengubah motor berbahan bakar fosil menjadi kendaraan listrik. Melalui dukungan dari praktisi industri dan fasilitas memadai, PLN ingin mencetak lulusan SMK yang siap menghadapi tantangan industri otomotif masa depan dan terlibat aktif dalam transisi energi nasional.

General Manager PLN Unit Induk Pusat Pengatur Beban Jawa Madura dan Bali, Munawwar Furqan, menegaskan bahwa program ini menjadi bentuk nyata kontribusi PLN dalam menciptakan generasi muda yang tidak hanya ahli secara teknis, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap isu keberlanjutan lingkungan.

“Program ini bukan hanya kegiatan CSR biasa, tapi merupakan upaya nyata agar siswa SMK bisa mengakses teknologi masa depan dan menjadi pelaku perubahan dalam ekonomi hijau. Kami juga berharap sekolah mampu mencetak lulusan yang siap bersaing di dunia kerja dan memiliki semangat kewirausahaan,” ujar Munawwar.

Inisiatif ini merupakan kelanjutan dari Program Rancang Bangun P2B EV yang telah berhasil diselenggarakan pada tahun 2023. Nantinya, SMKN 1 Denpasar akan dilengkapi dengan fasilitas dan sarana belajar yang mendukung praktik konversi motor, sehingga semakin banyak siswa dan guru yang memiliki keahlian di bidang ini.

Peluncuran program pelatihan ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali, manajemen PLN UP2B Bali, kepala sekolah, komite sekolah, perwakilan guru, dan sekitar 300 siswa dari berbagai jurusan di SMKN 1 Denpasar. Kolaborasi ini menunjukkan peran aktif sektor industri dalam memperkuat kompetensi siswa melalui pendekatan pembelajaran berbasis kebutuhan industri nyata.

Kepala SMKN 1 Denpasar, I Wayan Mustika, mengapresiasi keterlibatan PLN dalam dunia pendidikan dan menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan kontribusi penting dalam mencapai Net Zero Emission tahun 2060. Ia menegaskan bahwa sekolah siap mendukung dan menjalankan program ini sebagai langkah menuju pendidikan berbasis kendaraan listrik.

Manager PLN UP2B Bali, Komang Teddy Indra Kusuma, mengatakan bahwa kerja sama dengan sekolah kejuruan ini merupakan bentuk investasi jangka panjang PLN untuk menghasilkan siswa yang siap menghadapi perubahan energi. Ia berharap para peserta dapat menguasai keterampilan ini dan berkontribusi melalui pelayanan masyarakat atau membuka usaha bengkel konversi sendiri.

Program pelatihan ini tidak hanya menyajikan teori, tetapi juga menghadirkan sesi pembelajaran bersama tiga ahli di bidang konversi kendaraan listrik. Para siswa dan guru memperoleh materi tentang aspek teknis hingga potensi bisnis kendaraan listrik sebagai bagian dari pengembangan kapasitas sumber daya manusia.

Perwakilan dari Dinas Pendidikan, Ni Nyoman Rai Artini, menyampaikan rasa terima kasih atas kerja sama yang terjalin. Ia menekankan bahwa pelatihan ini sejalan dengan upaya reformasi pendidikan vokasi dan pengurangan emisi karbon di Indonesia. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menjawab kebutuhan pasar kerja, tetapi juga menjadi kontribusi nyata dalam mempercepat transisi energi hijau di Bali.

Pada acara tersebut, PLN UP2B Bali secara simbolis menyerahkan bantuan TJSL berupa fasilitas pelatihan dan perlengkapan praktik konversi motor listrik kepada SMKN 1 Denpasar. Sekolah kini memiliki ruang bengkel khusus yang difungsikan sebagai pusat pelatihan konversi untuk jangka panjang.

Ke depan, PLN berencana memperluas program ini ke sekolah kejuruan lainnya sebagai model pendidikan vokasi nasional di bidang kendaraan listrik. Langkah ini dianggap strategis dalam mempersiapkan generasi muda Indonesia yang unggul, mandiri, serta mampu bersaing secara global, sekaligus mendukung pengembangan energi bersih dan inovasi lokal.

Terkini