PLN UIP2B Jamali Memperkenalkan Program Listrik untuk Rakyat Yang Berbasis Pengumpulan Botol Plastik Sebagai Upaya Mengurangi Sampah Dan Mendorong Energi Hijau

Senin, 07 Juli 2025 | 10:38:09 WIB

PLN Unit Pelaksana Pengatur Beban Jawa Barat (PLN UP2B Jabar) melaksanakan program inovatif bertajuk “Bottle Up dan Bayar Listrik Pakai Plastik” di area kantor dan Desa Cangkuang Wetan, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung. Botol plastik bekas yang terkumpul kemudian diserahkan ke bank sampah mitra untuk diolah secara bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Program ini bertujuan untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mewujudkan energi yang adil serta membantu meringankan beban ekonomi masyarakat sekitar. Masyarakat diajak berpartisipasi dengan menukarkan botol plastik sebagai bentuk kontribusi pembayaran token listrik. Dalam pelaksanaan program, terkumpul sebanyak 8.790 botol plastik yang berasal dari warga dan pegawai PLN.

Munawwar Furqan, General Manager PLN UIP2B Jamali, menjelaskan bahwa program Bottle Up dan Bayar Listrik Pakai Plastik merupakan langkah strategis PLN yang memberikan manfaat ganda, yakni sosial dan lingkungan secara bersamaan. Program ini bukan sekadar penukaran botol dengan token listrik, tetapi juga menjadi sarana edukasi publik tentang pentingnya menjaga lingkungan dan energi secara berkelanjutan.

Akhmad Duli, Manager PLN UP2B Jawa Barat, menambahkan bahwa program ini sejalan dengan kampanye nasional Zero Waste Warriors PLN yang mengajak masyarakat dan pegawai PLN untuk ikut serta dalam pengurangan sampah plastik serta membangun kebiasaan baru yang peduli lingkungan. PLN UP2B Jawa Barat berharap program ini menjadi gerakan bersama yang langsung berdampak pada kebutuhan masyarakat.

Antusiasme warga sangat tinggi, dibuktikan dengan puluhan warga Desa Cangkuang Wetan yang membawa botol plastik bekas dari rumah mereka untuk ditukar dengan token listrik. Mereka merasakan manfaatnya, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan rumah tangga. Salah satu warga, Ibu Wiwin Ida, berhasil mengumpulkan 160 botol plastik dan memperoleh token listrik senilai Rp80.000.

Wiwin mengungkapkan rasa syukurnya, “Alhamdulillah, botol bekas yang biasanya dibuang kini bisa membantu saya membayar listrik. Saya sangat senang karena botol plastik yang dulu hanya menumpuk di rumah kini bisa ditukar menjadi listrik. Terima kasih PLN, ini sangat bermanfaat bagi keluarga kami.”

Program ini juga mendapat dukungan penuh dari pemerintah desa. Kepala Desa Cangkuang Wetan, Asep Kusmiadi, menyatakan bahwa kegiatan ini sangat relevan dengan kondisi warga, khususnya mereka yang masih menghadapi keterbatasan ekonomi dan kesulitan dalam pengelolaan sampah rumah tangga.

Terkini