Sebagai pelaksana tanggung jawab sosial PLN Pusmanpro gelar khitanan gratis untuk anak dhuafa dalam program PLN Untuk Rakyat

Minggu, 29 Juni 2025 | 23:58:22 WIB

Semarang – PT PLN (Persero) melalui Pusat Manajemen Proyek (PLN PUSMANPRO) menggelar kegiatan sosial bertajuk “Khitanan Bahagia” pada 24 Juni 2025 bertempat di Kantor PLN PUSMANPRO, Semarang. Program ini merupakan inisiatif dari Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN PUSMANPRO yang bekerja sama dengan DT Peduli Jawa Tengah, dan melibatkan 45 anak yatim serta dhuafa sebagai peserta. Tujuan utama kegiatan ini adalah mendukung tumbuh kembang generasi muda yang sehat dan berdaya.

Agenda kegiatan mencakup pelaksanaan prosesi khitan, pemberian santunan, serta pembagian paket sembako bagi seluruh peserta. Total anggaran kegiatan ini mencapai Rp68 juta, yang seluruhnya bersumber dari zakat yang dihimpun dari pegawai PLN PUSMANPRO.

General Manager PLN PUSMANPRO, Sukahar, menyampaikan apresiasinya terhadap kolaborasi lintas lembaga yang mendukung kesuksesan program ini.

"Kami sangat berterima kasih atas zakat yang disalurkan oleh para pegawai PLN. Semoga menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir. Khitanan ini bukan hanya menjalankan syariat, tetapi juga bentuk awal dalam membangun generasi muda yang kuat, sehat, dan berprestasi di masa depan," jelas Harnandi.

Di sisi lain, perwakilan dari YBM PLN PUSMANPRO, Muhammad Ari Fahlul, menegaskan bahwa program ini merupakan implementasi nyata dari tanggung jawab sosial perusahaan melalui pendayagunaan zakat secara tepat sasaran.

“Khitan merupakan bagian dari ajaran agama. Melalui kegiatan ini, kami juga memberikan bantuan berupa santunan dan paket sembako bagi peserta. Kepada adik-adik semua, kalian adalah generasi hebat masa depan. Tetap semangat, teruslah belajar, dan jadilah kebanggaan keluarga, bangsa, dan agama. Semoga kegiatan ini memberi manfaat baik secara jasmani maupun rohani," ungkap Ari.

Salah satu wali peserta, Aryo, menyampaikan rasa syukurnya karena anaknya dapat mengikuti kegiatan ini secara gratis dan menerima bantuan tambahan. Sementara itu, Rimba, peserta berusia 12 tahun, mengaku senang dan lega setelah menjalani khitan.

“Kami merasa sangat terbantu dengan adanya program ini. Anak saya bisa dikhitan tanpa mengeluarkan biaya, bahkan mendapatkan sembako dan santunan. Semoga semua pihak yang terlibat mendapatkan pahala dari Allah SWT,” tutur Aryo.

Diharapkan “Khitanan Bahagia” dapat menjadi kegiatan rutin yang terus berkembang guna membantu lebih banyak anak agar tumbuh menjadi generasi yang kuat secara fisik, mental, dan siap menghadapi masa depan yang gemilang.

Terkini