PLN UP2B Jamali Memimpin Gerakan Pelestarian Pesisir Bali Dengan Penanaman Ribuan Bibit Mangrove Di Nusa Pudut Tanjung Benoa Bersama Masyarakat

Sabtu, 09 Agustus 2025 | 19:32:43 WIB

PLN Unit Pelaksana Pengatur Beban (UP2B) Bali mengadakan penanaman sebanyak 6.000 bibit mangrove jenis rhizophora apiculata di Nusa Pudut, Tanjung Benoa. Kegiatan ini bertujuan mengembalikan kondisi Pulau Pudut seperti semula serta menunjukkan komitmen PLN terhadap pelestarian lingkungan dan penguatan ekosistem pesisir.

Penanaman mangrove ini menjadi bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN yang fokus pada konservasi ekosistem, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat. Secara tidak langsung, PLN turut mendukung tiga program yang dijalankan oleh UPTD TAHURA, yaitu rehabilitasi melalui penanaman, pemberdayaan masyarakat dengan melibatkan kelompok, serta menjaga kebersihan lingkungan melalui pembersihan sampah plastik.

Kegiatan yang diikuti sekitar 70 peserta diawali dengan edukasi tentang penanaman mangrove, kemudian dilanjutkan dengan penanaman bibit secara langsung. Pada sesi penutup, dilakukan aksi bersih-bersih sampah plastik di sekitar mangrove, yang berhasil mengumpulkan 115,88 kg sampah, didominasi oleh plastik kemasan, botol, dan limbah rumah tangga.

Menurut Komang Teddy Indra Kusuma, Manager PLN UP2B Bali, kerusakan ekosistem mangrove salah satunya disebabkan oleh sampah yang menjadi ancaman utama pertumbuhan mangrove. “Dengan menanam 6.000 bibit mangrove ini, kami berharap ekosistem laut dapat terjaga dan masyarakat bisa menikmati manfaatnya,” ujarnya.

Lurah Tanjung Benoa, I Wayan Sudiana, menyampaikan keprihatinannya atas abrasi di Pulau Pudut dan menekankan pentingnya upaya pemulihan lingkungan. Pulau Pudut yang dulunya memiliki luas tertentu kini banyak yang tergerus oleh air laut, sehingga masyarakat setempat berupaya mengembalikan kondisi pulau menjadi hijau seperti semula.

I Nyoman Ridet Artikanaya, Pembina Kelompok Balaram Mangrove Heroes, menegaskan bahwa keberhasilan penanaman tidak hanya ditentukan oleh jumlah bibit, tetapi juga oleh tingkat kelangsungan hidupnya. Ridet menargetkan 85% dari 6.000 bibit dapat bertahan dan tumbuh optimal.

Jenis rhizophora apiculata dipilih karena kemampuan adaptasinya di lingkungan pesisir yang ekstrem, daya tahan terhadap abrasi, serta efektivitasnya dalam menyerap karbon. Kegiatan ini menegaskan bahwa kolaborasi antara PLN, pemerintah daerah, komunitas, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pelestarian lingkungan.

PLN berharap program ini menjadi gerakan berkelanjutan untuk menjaga Bali tetap hijau dan bumi lebih bersih. Seluruh pihak, termasuk Kelurahan Tanjung Benoa, UPTD TAHURA Ngurah Rai, PLN UP2B Bali, BMKG, dan Kelompok Balaram Mangrove Heroes, menyambut baik dan siap mendukung program PLN ke depannya.

Terkini