Modernisasi Pertanian Poco Leok Terwujud Melalui Sinergi PLN UIP Nusra Dan Koperasi Desa Merah Putih Dengan Dukungan Penuh Dari GM Bapak Rizki Aftarianto

Selasa, 23 September 2025 | 08:33:00 WIB

JAKARTA - PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) terus memperkuat perannya dalam mendorong kemandirian masyarakat desa melalui program Electrifying Agriculture. Melalui inisiatif ini, PLN menyalurkan berbagai bantuan sarana pertanian modern kepada kelompok tani hortikultura di Poco Leok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bantuan yang diserahkan meliputi tiga unit meteran listrik berdaya 1.300 VA, enam set pompa air listrik 125 Watt, dua puluh dua sprinkler rotari, tiga set jaringan pipa PVC air bersih, serta tiga set instalasi penerangan berdaya 5–10 Watt. Seluruh bantuan diterima oleh tiga kelompok tani hortikultura, yakni Kelompok Tani Nera, Tompal Momang, dan Badi’a. Program ini merupakan bagian dari Desa Berdaya PLN, yang berfokus meningkatkan produktivitas serta efisiensi usaha tani melalui pemanfaatan energi listrik ramah lingkungan.

Transformasi Sistem Irigasi dari Manual ke Listrik

Sebelum hadirnya program Electrifying Agriculture, petani di Poco Leok masih bergantung pada mesin diesel untuk mengalirkan air ke lahan pertanian. Proses penyiraman dilakukan secara manual menggunakan ember dan gembor, yang tidak hanya menghabiskan banyak waktu dan tenaga, tetapi juga meningkatkan biaya operasional.

Kini, dengan adanya pompa listrik dan sistem sprinkler yang disediakan PLN, para petani dapat menyiram tanaman secara otomatis dan merata. Efisiensi energi pun meningkat signifikan. Jika sebelumnya biaya pembelian bahan bakar mencapai sekitar Rp80.000 per bulan, kini hanya dibutuhkan sekitar Rp50.000 untuk pulsa listrik. Dengan demikian, para petani mampu menghemat pengeluaran hingga 37,5 persen setiap bulannya.

Pendamping kelompok tani hortikultura binaan PLN, Sulastriviana Nova Mot, mengapresiasi langkah PLN yang secara nyata membantu petani beralih menuju sistem pertanian modern. Menurutnya, program ini menjadi tonggak penting dalam upaya modernisasi sektor pertanian di daerah pedesaan.

Dampak Nyata bagi Produktivitas dan Efisiensi Petani

Selain memberikan kemudahan dalam penyiraman, sistem berbasis listrik juga meningkatkan hasil panen dan kualitas produk hortikultura. Air yang disalurkan melalui sprinkler lebih merata, membuat tanaman tumbuh optimal.

Gerda Gunet, salah satu petani dari Kelompok Tani Nera, mengungkapkan bahwa kegiatan bertani kini terasa lebih ringan dan efisien. “Dulu kami harus mengangkat air dengan ember, sekarang cukup menyalakan pompa. Hasil panen juga lebih bagus karena tanaman mendapat air cukup,” ujarnya.

Sejak tahun 2023, PLN UIP Nusra telah membina 24 kelompok tani di wilayah Poco Leok, dengan total anggota mencapai 240 orang dan luas lahan garapan sekitar 33.150 meter persegi. Melalui pendampingan berkelanjutan, sebagian besar kelompok tani mencatat peningkatan omzet hingga dua persen. Di antaranya adalah Kelompok Tani Tiba Gerak, Banera, Ba Dia, Nera, dan Ca Nai.

Kolaborasi dan Pendampingan Berkelanjutan dari PLN UIP Nusra

Kepala Teknik Panas Bumi Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Ulumbu, Roya Ginting, menjelaskan bahwa program ini tidak hanya menyalurkan bantuan alat, tetapi juga memberikan pendampingan teknis kepada petani. PLN menggandeng tiga kelompok tani potensial yang telah menunjukkan komitmen tinggi dalam pengelolaan pertanian berkelanjutan.

“Kelompok tani penerima bantuan menunjukkan keseriusan luar biasa. Dengan adanya alat modern, biaya operasional berkurang dan produktivitas meningkat. Kami berharap inovasi ini dapat memperluas dampak positif bagi masyarakat sekitar,” jelas Roya.

Selain mendukung produktivitas, PLN juga turut memberikan edukasi kepada petani mengenai penggunaan listrik yang efisien dan aman. Hal ini dilakukan agar pemanfaatan teknologi dapat berjalan optimal sekaligus menumbuhkan kesadaran pentingnya energi bersih dalam aktivitas pertanian.

PLN UIP Nusra Dorong Penerapan Prinsip ESG di Sektor Pertanian

General Manager PLN UIP Nusra, Rizki Aftarianto, menegaskan bahwa Electrifying Agriculture merupakan bagian dari strategi besar Electrifying Lifestyle yang digalakkan PLN secara nasional. Program ini mendorong masyarakat memanfaatkan energi listrik dalam berbagai aktivitas produktif, termasuk di bidang pertanian.

Menurut Rizki, kehadiran PLN tidak hanya sebatas menyediakan infrastruktur listrik, tetapi juga menjadi mitra pemberdayaan masyarakat sejak tahap awal. PLN terlibat mulai dari pembersihan lahan, perancangan sistem irigasi, hingga membantu proses pemasaran hasil panen.

Rizki menambahkan bahwa program ini sejalan dengan penerapan prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance). Dalam konteks lingkungan, penggunaan pompa listrik menggantikan mesin diesel, sehingga menekan emisi karbon. Dari sisi sosial, program ini membantu meningkatkan kesejahteraan petani lokal melalui efisiensi biaya dan peningkatan hasil panen. Sedangkan dari aspek tata kelola, seluruh proses bantuan dilakukan secara transparan dan akuntabel.

Ia berharap, keberhasilan program Electrifying Agriculture di Poco Leok dapat menjadi contoh bagi wilayah lain di Indonesia untuk mengembangkan pertanian berbasis listrik yang ramah lingkungan, efisien, dan berkelanjutan. Melalui sinergi antara inovasi teknologi dan semangat gotong royong, PLN UIP Nusra terus berkomitmen memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat pedesaan di Nusa Tenggara.

Terkini