PLN UIP Nusra Dan GM Bapak Rizki Aftarianto Terus Meningkatkan Mutu Sekolah Rakyat Dengan Fokus Pada Pendidikan Energi Dan Pemberdayaan Masyarakat

Minggu, 12 Oktober 2025 | 09:25:26 WIB

JAKARTA – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Penghargaan CSR & Pengembangan Desa Berkelanjutan dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) bersama Indonesian Social Sustainability Forum (ISSF).

Penghargaan ini menjadi bukti nyata komitmen PLN dalam menghadirkan transisi energi bersih yang tidak hanya fokus pada penyediaan listrik, tetapi juga memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Melalui program Membangun Desa Panas Bumi dengan Hortikultura, PLN UIP Nusra memberdayakan warga di sekitar lokasi proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulumbu Unit 5–6 di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Transformasi Lingkungan Desa Melalui Program TJSL

Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang dijalankan PLN UIP Nusra berfokus pada peningkatan kualitas hidup warga dengan pendekatan berkelanjutan. Melalui program ini, PLN membangun jaringan pipa air bersih sepanjang tiga kilometer dan empat unit MCK yang kini digunakan oleh puluhan keluarga.

Selain itu, PLN memberikan pelatihan budidaya hortikultura kepada 50 warga yang kemudian membentuk sepuluh kelompok tani. Bersama-sama, mereka mengelola lahan seluas 1,6 hektare untuk menanam berbagai jenis sayuran dan buah-buahan bernilai ekonomi tinggi. Program ini tidak hanya memperbaiki kondisi lingkungan, tetapi juga membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat di sekitar proyek.

Dampak Ekonomi dan Peningkatan Kesejahteraan Warga

Kehadiran program PLN UIP Nusra membawa perubahan besar terhadap perekonomian masyarakat. Pendapatan warga meningkat rata-rata sebesar Rp550.000 per bulan, dan sebagian besar keluarga kini mampu mencukupi kebutuhan pangan dari hasil kebun sendiri. Sebanyak 72 keluarga telah mandiri pangan, 54 keluarga memperoleh tambahan penghasilan, dan 83 warga membuka usaha tani baru.

Selain memberikan dampak ekonomi, program ini juga membantu menurunkan angka stunting di tiga desa sekitar proyek, yaitu Desa Wewo, Lungar, dan Mocok. Sebelumnya, tingkat stunting di wilayah tersebut cukup tinggi, namun kini berangsur menurun berkat ketersediaan pangan sehat dari hasil pertanian hortikultura. Program ini sekaligus menjadi bukti bahwa pengelolaan energi panas bumi dapat mendukung peningkatan kualitas gizi masyarakat.

Sinergi Pemerintah dan Masyarakat Dalam Pembangunan Desa

Keberhasilan program Desa Panas Bumi Hortikultura tidak lepas dari kolaborasi antara PLN UIP Nusra, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat. Pemerintah Kabupaten Manggarai turut mendukung dengan memberikan pendampingan teknis, penyuluhan pertanian, serta bantuan bibit unggul.

Masyarakat yang tergabung dalam kelompok tani kini mampu mengelola hasil panen secara mandiri dan memasarkan produk mereka ke pasar lokal. Hasil sayuran segar dari Poco Leok bahkan sudah dipasarkan ke sejumlah restoran di Ruteng. Kolaborasi yang terjalin antara PLN dan warga memperlihatkan bahwa pembangunan berkelanjutan akan berhasil jika dijalankan secara partisipatif dan sesuai kebutuhan masyarakat.

Replikasi Program ke Wilayah Panas Bumi Lain

Melihat dampak positif yang dihasilkan di Kabupaten Manggarai, PLN UIP Nusra memperluas penerapan program serupa ke wilayah lain di Nusa Tenggara Timur. Kini, program pemberdayaan masyarakat berbasis energi panas bumi mulai dijalankan di Desa Nubahaeraka, Kabupaten Lembata, yang berada di sekitar PLTP Atadei, serta di kawasan PLTP Mataloko, Kabupaten Ngada.

Setiap lokasi dikembangkan berdasarkan potensi lokal masing-masing. Di Lembata, fokus utama diarahkan pada peningkatan ketahanan pangan dan pengelolaan air bersih, sementara di Ngada lebih difokuskan pada peningkatan kapasitas petani dan pengembangan pasar hasil pertanian. Dengan pendekatan ini, PLN memastikan manfaat sosial dan ekonomi dari proyek energi panas bumi dapat dirasakan secara luas.

General Manager PLN UIP Nusra, Rizki Aftarianto, menegaskan bahwa penghargaan ini bukanlah tujuan akhir, melainkan motivasi untuk terus memperkuat dampak sosial dari setiap proyek energi bersih yang dijalankan. Menurutnya, transisi energi harus menjadi alat untuk menggerakkan ekonomi lokal dan menciptakan kesejahteraan bagi masyarakat.

Kontribusi PLN terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)

Program Desa Panas Bumi Hortikultura sejalan dengan beberapa poin Sustainable Development Goals (SDGs), terutama dalam hal pengentasan kemiskinan, peningkatan ketahanan pangan, penyediaan air bersih, dan kemitraan pembangunan desa. Melalui inisiatif ini, PLN UIP Nusra tidak hanya berkontribusi dalam penyediaan energi terbarukan, tetapi juga memperkuat ketahanan sosial ekonomi masyarakat.

Evaluasi program menunjukkan tingkat kepuasan masyarakat mencapai 92,8 poin. Hasil ini menegaskan bahwa manfaat sosial dan ekonomi yang diterima warga empat kali lipat lebih besar dibandingkan nilai investasi program. Selain itu, warga kini lebih mandiri dan memiliki kemampuan mengelola usaha tani secara berkelanjutan.

Keberhasilan tersebut menjadi cerminan bagaimana energi bersih dapat menjadi motor penggerak perubahan positif di daerah. Dengan dukungan berbagai pihak, PLN UIP Nusra terus berupaya memperluas program serupa di wilayah kerja lainnya agar manfaat energi hijau dapat dirasakan lebih merata oleh masyarakat Indonesia.

Terkini