PLN UIP Nusra Gunakan Hari Sumpah Pemuda Untuk Memupuk Jiwa Nasionalisme Melalui Program Sosial Air Bersih Yang Memberikan Dampak Nyata Bagi Masyarakat

PLN UIP Nusra Gunakan Hari Sumpah Pemuda Untuk Memupuk Jiwa Nasionalisme Melalui Program Sosial Air Bersih Yang Memberikan Dampak Nyata Bagi Masyarakat

JAKARTA – Dalam momentum peringatan Hari Listrik Nasional (HLN) ke-80, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) bersama Yayasan Payung Perjuangan Humanis (Papha) dan Pemerintah Desa Nubahaeraka menunjukkan komitmen nyata melalui pelaksanaan Program Perbaikan dan Pemeliharaan Jaringan Air Bersih di Desa Nubahaeraka, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur.

Program ini merupakan bentuk kepedulian sosial PLN dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar proyek pengembangan energi, khususnya di daerah yang selama ini mengalami keterbatasan akses air bersih. Melalui program tersebut, PLN UIP Nusra melakukan perbaikan dan pemeliharaan saluran pipa sepanjang tiga kilometer serta pembersihan jaringan yang menuju ke bak penampungan utama, sehingga total panjang saluran kini mencapai lima kilometer.

Berkat upaya bersama tersebut, sebanyak 151 kepala keluarga kini dapat menikmati air bersih secara langsung di lingkungan mereka sendiri, sebuah capaian yang selama ini dianggap mustahil bagi masyarakat setempat.

Perjuangan Panjang Warga Nubahaeraka untuk Mendapatkan Air Bersih

Sebelum adanya program ini, kehidupan masyarakat Nubahaeraka sangat bergantung pada sumber air yang letaknya jauh dari pemukiman. Warga harus berjalan kaki sejauh satu hingga tiga kilometer hanya untuk mendapatkan air minum dan air masak. Bahkan, untuk kebutuhan mandi dan mencuci, mereka kerap memanfaatkan air hujan atau air sungai yang tidak selalu layak konsumsi.

Kondisi tersebut melahirkan ungkapan lokal yang terkenal di masyarakat, yakni “air bersih di Nubahaeraka ibarat kucing bertanduk,” menggambarkan betapa sulit dan mustahilnya mendapatkan air bersih di desa tersebut. Namun, melalui kerja sama antara PLN UIP Nusra, Yayasan Papha, dan pemerintah desa, harapan itu kini berubah menjadi kenyataan.

Air bersih kini mengalir ke setiap rumah warga, memberikan harapan baru bagi masyarakat untuk hidup lebih sehat, produktif, dan sejahtera.

Rasa Syukur dan Harapan dari Pemerintah dan Masyarakat Desa

Kepala Desa Nubahaeraka, Vinsensius Nuba, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada PLN dan Yayasan Papha atas perhatian dan bantuan nyata yang diberikan. Menurutnya, bantuan ini menjadi jawaban atas doa panjang masyarakat yang selama ini hidup dalam keterbatasan.

“Dulu kami sering mengatakan, sampai kucing bertanduk pun air tidak akan masuk ke desa ini. Tapi kini kenyataan berkata lain, air benar-benar sudah mengalir. Ini bukti bahwa kerja sama dan kepedulian dapat mengubah sesuatu yang mustahil menjadi nyata,” ungkap Vinsensius penuh haru.

Ia menambahkan, adanya akses air bersih akan berdampak langsung terhadap peningkatan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, ia juga mengajak seluruh warga untuk menjaga fasilitas yang telah dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.

“Desa Nubahaeraka siap mendukung langkah PLN dalam menghadirkan energi bersih dan keberlanjutan di wilayah kami,” tambahnya dengan semangat.

Dukungan Tokoh Masyarakat dan Perubahan Kehidupan Warga

Tokoh masyarakat setempat, Andreas Luon, turut menyampaikan kebanggaannya atas keberhasilan program ini. Ia mengatakan bahwa air bersih merupakan kebutuhan mendasar yang selama ini sulit dipenuhi oleh warga. Kini, setelah air mengalir hingga ke rumah-rumah, kehidupan masyarakat berubah drastis.

“Ketika air bersih sudah tersedia, banyak masalah sosial dan kesehatan masyarakat dapat teratasi. Ini bukan hanya tentang air, tapi tentang kehidupan yang lebih baik,” ujarnya.

Sementara itu, Martah Ingi Witin, salah satu warga yang merasakan langsung manfaatnya, tak kuasa menahan haru. Ia bercerita bagaimana sebelumnya keluarganya harus membeli air bersih dengan harga mahal demi kebutuhan sehari-hari. Kini, air sudah bisa dinikmati tanpa harus menempuh jarak jauh.

“Rasanya seperti mimpi. Kami bisa menampung air di rumah sendiri tanpa harus berjalan jauh. Terima kasih kepada PLN dan semua pihak yang telah membantu,” ucapnya penuh syukur.

Komitmen PLN UIP Nusra terhadap Kesejahteraan dan Pembangunan Berkelanjutan

General Manager PLN UIP Nusra, Rizki Aftarianto, menjelaskan bahwa program air bersih ini merupakan bagian dari pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN yang difokuskan pada masyarakat sekitar wilayah pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Atadei di Kabupaten Lembata.

Menurutnya, PLN tidak hanya berkomitmen untuk menghadirkan energi yang andal dan ramah lingkungan, tetapi juga berupaya menyeimbangkan pembangunan infrastruktur dengan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya.

“Kami berharap dengan tersedianya akses air bersih ini, masyarakat Nubahaeraka dapat hidup lebih sehat dan produktif. PLN akan terus berupaya menghadirkan keberlanjutan sosial melalui berbagai program berbasis kebutuhan masyarakat,” tutur Rizki.

Apresiasi juga datang dari Wakil Ketua DPRD Kabupaten Lembata, Fransiskus Xaverius B.N., yang menyebut langkah PLN sebagai bentuk nyata kehadiran negara di pelosok negeri.

“PLN tidak hanya menyalakan listrik, tetapi juga menyalakan kehidupan. Bantuan air bersih ini bukti bahwa PLN hadir untuk masyarakat, bukan hanya dalam bentuk energi, tetapi juga kepedulian terhadap kebutuhan dasar,” katanya memberikan apresiasi.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index