JAKARTA - PT Kawasan Industri Jababeka Tbk. (KIJA) membukukan perolehan pendapatan prapenjualan atau marketing sales senilai Rp1,18 triliun sepanjang semester I 2026.
Realisasi tersebut menandakan KIJA telah mengantongi 32% dari total target marketing sales yang dibidik sepanjang tahun ini sebesar Rp3,75 triliun.
Corporate Secretary KIJA Muljadi Suganda menyatakan bahwa manajemen terus memacu berbagai langkah strategis untuk memenuhi sisa target tahunan tersebut.
"Manajemen meyakini bahwa permintaan yang berkelanjutan dari tenant industri di kawasan Cikarang dan Kendal akan terus mendukung pertumbuhan jangka panjang pendapatan berulang dari utilitas, logistik, dan layanan pengelolaan kawasan," kata Muljadi dalam siaran pers, dikutip Senin (3/8/2026).
Secara terperinci, raihan marketing sales KIJA dari area Cikarang serta wilayah lain (termasuk proyek joint venture) menyumbang porsi sebesar 29%.
Capaian wilayah tersebut mencakup transaksi pelepasan lahan industri seluas 3 hektare (ha) kepada perusahaan tekstil lokal dan 0,7 ha kepada perusahaan importir bahan bangunan asal China.
Sementara itu, porsi terbesar yakni 71% berasal dari penjualan lahan industri di kawasan Kendal.
Penjualan di Kendal didukung oleh kesepakatan lahan seluas 7 ha kepada produsen baterai serta 9,7 ha kepada produsen peralatan rumah tangga dalam negeri.
Sebagai informasi, KIJA mematok target marketing sales Rp3,75 triliun untuk tahun 2026, yang mana Rp1,25 triliun diharapkan datang dari Cikarang dan sekitarnya.
Target Cikarang terdiri dari Rp800 miliar penjualan lahan industri dan bangunan pabrik, serta Rp450 miliar dari produk residensial dan properti komersial. Adapun kawasan Kendal ditargetkan mampu menyumbang prapenjualan sebesar Rp2,5 triliun.