JAKARTA - Perencanaan waktu menjadi kunci utama kelancaran perjalanan mudik Lebaran.
Evaluasi arus kendaraan pada musim sebelumnya menunjukkan adanya pola jam favorit yang dipilih masyarakat. Temuan ini menjadi bahan pertimbangan penting bagi pemudik agar perjalanan lebih nyaman.
Jasa Marga mengungkap waktu terpadat selama masa mudik Lebaran berdasarkan evaluasi perjalanan di libur Idulfitri 2025. Dari data tersebut terlihat waktu paling diminati pemudik adalah pagi hari. Lonjakan kendaraan pada jam tertentu kerap memicu antrean panjang di ruas tol.
“Waktu favorit biasanya dari jam 07.00 sampai 10.00 pagi, ini khusus untuk di tol ya,” kata Corporate Communication & Community Development Head Jasa Marga, Lisye Octaviana, di kantor Google Indonesia, Jakarta.
Pernyataan ini menegaskan bahwa rentang waktu tersebut menjadi periode paling sibuk. Kondisi itu perlu diantisipasi oleh masyarakat yang ingin melakukan perjalanan darat.
Lisye mengemukakan masyarakat diharapkan bisa mencari waktu terbaik untuk melakukan perjalanan mudik. Sehingga, bisa menghindari kepadatan di waktu-waktu tersebut. Penyesuaian jadwal keberangkatan dinilai efektif untuk mengurangi risiko terjebak kemacetan.
Ia menambahkan bahwa perencanaan matang dapat membantu efisiensi waktu tempuh. Dengan memilih jam di luar periode favorit, perjalanan bisa lebih lancar. Hal ini sekaligus mendukung distribusi arus kendaraan yang lebih merata.
Pemanfaatan Aplikasi dan CCTV Real Time
Dia menyatakan selama ini telah terdapat aplikasi Travoy yang bisa digunakan masyarakat untuk memantau secara real time. Kemudian, sudah ada 3.500 CCTV yang bisa diakses masyarakat sebelum atau selama merencanakan perjalanan. Fasilitas ini memberi gambaran kondisi lalu lintas secara aktual.
“Melalui aplikasi Travoy ini nanti dari sebelum perjalanannya, masyarakat bisa membuat perencanaan perjalanan, bisa dicek nanti asal dan tujuan-tujuannya itu mau ke mana, itu nanti akan terlihat jumlah tarif tolnya berapa, lewat gerbang tol mana, bahkan sampai durasinya,” kata Lisye. Fitur tersebut membantu pengguna menghitung estimasi biaya dan waktu tempuh. Informasi lengkap itu memudahkan masyarakat menentukan rute terbaik.
Pemanfaatan teknologi menjadi langkah strategis dalam mengurai kepadatan. Akses CCTV yang tersebar di berbagai titik memberi visualisasi langsung situasi jalan tol. Dengan demikian, pemudik dapat menyesuaikan waktu keberangkatan secara fleksibel.
Kehadiran aplikasi ini juga mendukung transparansi informasi. Masyarakat tidak lagi hanya mengandalkan perkiraan semata. Semua data tersedia dalam satu platform yang mudah diakses.
Prediksi Pergerakan Pemudik 2026
Diketahui, Korlantas Polri memprediksi jumlah pemudik tahun ini tak jauh berbeda dari Idulfitri 2025. Namun, memang survei yang dilakukan Kementerian Perhubungan masih disempurnakan hingga saat ini. Proses pemutakhiran data terus dilakukan guna memperoleh angka yang lebih akurat.
“Ya kalau survei ataupun penghitungan sedang terus dimatangkan, akan tetapi memang tahun ini dibanding dengan tahun kemarin jumlahnya juga hampir sama. Ya kalau pergerakan manusia kan berdasarkan survei itu kurang lebih sekitar 146 juta ya untuk tahun yang lalu,” kata Kasubagdalops Bagops Korlantas Polri, AKBP Renaldi Oktavian, di kantor Google Indonesia, Jakarta, Kamis. Pernyataan ini menggambarkan potensi tingginya mobilitas masyarakat.
Jumlah tersebut menunjukkan skala pergerakan yang sangat besar. Dengan angka mendekati 146 juta orang, koordinasi lintas instansi menjadi sangat penting. Upaya pengaturan lalu lintas harus dilakukan secara komprehensif.
Prediksi yang relatif stabil dibanding tahun sebelumnya menjadi dasar penyusunan strategi. Pemerintah dan pemangku kepentingan menyiapkan langkah antisipatif. Tujuannya agar arus kendaraan tetap terkendali.
Rekayasa Lalu Lintas dan Koordinasi Intensif
Dia menerangkan Korlantas Polri akan melakukan manajemen rekayasa lalu lintas, salah satunya penerapan one way. Sehingga, arus lalu lintas yang padat akan terurai dan kembali lancar. Skema ini telah diterapkan pada periode sebelumnya dengan hasil cukup efektif.
Renaldi juga menegaskan, koordinasi dengan Jasa Marga terus dilakukan agar masyarakat memiliki acuan, pilihan, serta merencanakan perjalanan sebaik mungkin. Dengan begitu, dapat mengantisipasi kepadatan arus kendaraan. Sinergi antarinstansi menjadi faktor kunci keberhasilan pengelolaan arus mudik.
Kolaborasi ini mencakup pertukaran data dan pemantauan kondisi lapangan. Informasi dari Jasa Marga dan Korlantas Polri saling melengkapi. Hasilnya diharapkan menciptakan sistem pengendalian lalu lintas yang responsif.
“Karena prinsipnya tahun ini sama, kita akan melayani masyarakat untuk bisa melaksanakan kegiatan perayaan, kemudian ibadah, kemudian juga berkumpul bersama keluarga,” tutur Renaldi. Pernyataan tersebut menegaskan komitmen pelayanan kepada masyarakat. Prioritas utama tetap pada keselamatan dan kenyamanan perjalanan.
Imbauan Bagi Pemudik Lebaran
Evaluasi jam favorit pukul 07.00 hingga 10.00 pagi menjadi catatan penting bagi pemudik. Menghindari waktu tersebut dapat membantu mengurangi kepadatan di ruas tol. Perencanaan perjalanan yang fleksibel menjadi solusi praktis.
Pemanfaatan aplikasi Travoy dan akses CCTV real time memberi kemudahan tambahan. Informasi tarif, gerbang tol, serta estimasi durasi dapat diketahui sejak awal. Hal ini memungkinkan perjalanan lebih terukur dan efisien.
Dengan prediksi jumlah pemudik yang tetap tinggi, sinergi antara Jasa Marga dan Korlantas Polri terus diperkuat. Rekayasa lalu lintas seperti one way disiapkan untuk mengurai kepadatan. Melalui langkah terencana, perjalanan mudik Lebaran diharapkan berlangsung lebih lancar dan aman bagi seluruh masyarakat.