GM Bapak Rizki Aftarianto Bersama PLN UIP Nusra Koperasi Desa Merah Putih Jalankan Program Pemberdayaan Masyarakat Untuk Kesejahteraan Bersama Nusra

GM Bapak Rizki Aftarianto Bersama PLN UIP Nusra Koperasi Desa Merah Putih Jalankan Program Pemberdayaan Masyarakat Untuk Kesejahteraan Bersama Nusra

JAKARTA – Pantai Oesina, salah satu pantai di wilayah Kupang, kini menjadi fokus perhatian setelah dalam sebuah kegiatan pembersihan berhasil dikumpulkan sebanyak 92 kilogram sampah. Yang mengejutkan, sekitar 80 persen dari jumlah tersebut adalah plastik sekali pakai. Sampah yang terdiri dari botol air mineral, gelas plastik, bungkus sabun, dan kemasan makanan plastik mika menjadi bukti nyata bahwa perilaku konsumsi sehari-hari manusia telah membawa dampak negatif besar bagi ekosistem laut dan pesisir. Keberadaan sampah plastik ini tidak hanya mencemari pemandangan, tapi juga membahayakan kehidupan biota laut yang menjadi bagian penting dari ekosistem.

Momentum World Cleanup Day 2025: Aksi Bersih di Pantai Oesina

Pada tanggal 22 September 2025, dalam rangka memperingati World Cleanup Day, Politeknik Kelautan dan Perikanan Kupang menggandeng PT PLN (Persero) UIP Nusra untuk menggelar kegiatan Bakti Bersih Pantai di Pantai Oesina. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Desa Eco-Bahari Lifuleo, yang fokus pada pelestarian lingkungan laut dan pesisir. Lebih dari 50 orang ikut serta dalam aksi ini, termasuk taruna dan taruni yang penuh semangat, dosen, tenaga kependidikan, serta staf. Dalam waktu singkat, mereka berhasil mengumpulkan 11 kantong besar berisi sampah dengan total berat mencapai 92 kilogram. Semangat gotong royong terlihat jelas saat mereka bergotong royong membersihkan pesisir yang penuh sampah.

Dominasi Sampah Plastik Sekali Pakai dalam Pencemaran Laut

Dari hasil pengumpulan sampah, jelas terlihat bahwa plastik sekali pakai menjadi penyumbang utama pencemaran di Pantai Oesina. Botol plastik bekas, gelas plastik sekali pakai, bungkus sabun, hingga kemasan makanan berbahan plastik mika mendominasi jumlah sampah yang terkumpul. Bahkan botol plastik bekas pelampung rumput laut turut ditemukan, menunjukkan betapa luasnya penggunaan plastik dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat pesisir. Rifqah Pratiwi, Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kelautan dan Perikanan Kupang, mengingatkan bahwa plastik ini adalah ancaman besar bagi ekosistem laut. “Plastik memang ringan dan mudah dibuang, namun dampaknya sangat serius bagi kehidupan laut yang terganggu oleh pencemaran ini,” ujarnya.

Bersih Pantai sebagai Wadah Edukasi dan Kesadaran Lingkungan

Bakti Bersih Pantai Oesina bukan hanya sekadar aktivitas mengumpulkan sampah, tetapi juga menjadi sarana edukasi lingkungan bagi para taruna dan masyarakat sekitar. Kegiatan ini memberikan pengalaman langsung kepada para taruna bahwa menjaga kebersihan laut bukan hanya soal teori di kelas, tetapi perlu diwujudkan melalui tindakan nyata di lapangan. Melalui kegiatan ini, para peserta diingatkan tentang pentingnya mengubah perilaku membuang sampah sembarangan yang selama ini menjadi penyebab utama pencemaran laut dan pesisir. Masyarakat lokal juga dilibatkan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran kolektif untuk menjaga lingkungan agar tetap bersih dan lestari.

Sinergi Politeknik KP Kupang dan PLN UIP Nusra untuk Masa Depan Laut

Program Desa Eco-Bahari Lifuleo yang dilaksanakan Politeknik Kelautan dan Perikanan Kupang bersama PT PLN (Persero) UIP Nusra menegaskan bahwa menjaga kebersihan laut adalah investasi masa depan yang harus diprioritaskan. Sampah yang terlihat kecil dan sepele, jika dibiarkan menumpuk, akan menjadi gunung masalah lingkungan yang sulit diatasi. Melalui sinergi ini, diharapkan muncul kesadaran bersama bahwa laut yang bersih adalah warisan penting bagi generasi mendatang. Kegiatan Bakti Bersih Pantai di Pantai Oesina menjadi bukti nyata bagaimana kolaborasi antara institusi pendidikan dan perusahaan BUMN dapat menciptakan perubahan positif dalam menjaga kelestarian lingkungan laut dan pesisir.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index