PLN UIP Nusra Bersama GM Bapak Rizki Aftarianto Dampingi Koperasi Desa Merah Putih Dalam Program Pertanian Organik Ramah Lingkungan Di Manggarai

PLN UIP Nusra Bersama GM Bapak Rizki Aftarianto Dampingi Koperasi Desa Merah Putih Dalam Program Pertanian Organik Ramah Lingkungan Di Manggarai

JAKARTA – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung kesejahteraan masyarakat melalui pelaksanaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Bentuk nyata dari komitmen tersebut terlihat dalam penyelenggaraan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat di sekitar wilayah proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulumbu Unit 5–6 yang berlokasi di Mano, Desa Mocok, Kecamatan Satar Mese, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Jumat 3 Oktober 2025.

Program ini menjadi bagian dari upaya PLN UIP Nusra dalam menjalankan peran sosial di wilayah ring satu pengembangan proyek energi bersih. Tidak hanya membangun infrastruktur kelistrikan, PLN juga memastikan kehadiran proyek memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar, terutama dalam bidang kesehatan yang masih menjadi tantangan di kawasan pedesaan NTT.

Layanan Kesehatan Gratis sebagai Wujud Kepedulian Sosial

Kegiatan layanan kesehatan gratis ini merupakan lanjutan dari rangkaian Benefit Sharing Program (BSP) yang sebelumnya telah dilaksanakan di Desa Wewo dan Desa Wae Ajang. Dari dua kegiatan sebelumnya, PLN berhasil melayani hingga 400 masyarakat yang mendapatkan pemeriksaan kesehatan, pengobatan, dan edukasi tentang pentingnya menjaga pola hidup sehat.

Di Gendang Mano, masyarakat menerima berbagai jenis layanan mulai dari pemeriksaan kesehatan umum, pemberian obat-obatan dan vitamin, hingga penyerahan alat medis sederhana seperti timbangan dan pengukur tinggi badan untuk mendukung kegiatan Puskesmas setempat. Kegiatan tersebut mendapat sambutan hangat dari warga yang merasakan langsung manfaatnya.

Fransius Ngalot, Tua Gendang Mano, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya kepada PLN atas perhatian dan bantuan yang diberikan. Ia menjelaskan bahwa masyarakat Mano kerap menghadapi kendala dalam mengakses layanan kesehatan karena jarak ke fasilitas medis yang cukup jauh.

Apresiasi Masyarakat Terhadap Inisiatif PLN UIP Nusra

Dukungan dan apresiasi juga datang dari berbagai pihak, termasuk tokoh masyarakat Mano, Tobias Atung. Ia menilai bahwa kegiatan yang dilakukan PLN bukan hanya membantu warga mendapatkan layanan kesehatan, tetapi juga menjadi bukti nyata kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat.

Menurut Tobias, program layanan kesehatan ini menjadi langkah penting yang diharapkan bisa dilakukan secara rutin. Dengan begitu, masyarakat sekitar proyek dapat merasakan manfaat berkelanjutan dari keberadaan PLN, tidak hanya dalam bentuk penyediaan listrik, tetapi juga dalam peningkatan kualitas hidup sehari-hari.

“Kami berterima kasih kepada PLN dan pihak Puskesmas Ponggeok yang sudah turun langsung membantu masyarakat. Program ini sangat berarti bagi kami yang tinggal di daerah dengan akses terbatas,” ujar Tobias.

Respons positif masyarakat menjadi dorongan bagi PLN untuk terus mengembangkan program serupa di wilayah lain. Bagi PLN UIP Nusra, kegiatan sosial seperti ini merupakan bentuk nyata dari nilai keberlanjutan yang selalu dikedepankan dalam setiap proyek pembangunan.

Penjelasan GM PLN UIP Nusra Tentang Makna Program BSP

General Manager PLN UIP Nusra, Rizki Aftarianto, menjelaskan bahwa kegiatan BSP ini berawal dari aspirasi warga yang disampaikan ketika PLN melakukan sosialisasi proyek PLTP Ulumbu Unit 5–6 di wilayah Poco Leok. Aspirasi tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui layanan kesehatan sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan dasar masyarakat.

Rizki menegaskan bahwa PLN ingin memastikan setiap pembangunan infrastruktur kelistrikan dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar. Ia menambahkan bahwa program BSP ini juga merupakan bagian dari strategi PLN dalam menciptakan hubungan harmonis antara perusahaan, pemerintah daerah, dan masyarakat.

“PLN ingin memastikan pembangunan PLTP Ulumbu tidak hanya menghasilkan energi bersih, tetapi juga membawa manfaat sosial yang luas bagi warga sekitar. Kami percaya, pembangunan yang berkelanjutan harus melibatkan dan memberdayakan masyarakat di sekitarnya,” ujar Rizki.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, tokoh adat, dan tenaga kesehatan agar program serupa bisa dilakukan secara rutin dan terarah.

Program TJSL PLN untuk Pemberdayaan Ekonomi dan Lingkungan

Selain layanan kesehatan, PLN UIP Nusra juga tengah melaksanakan berbagai inisiatif lain dalam program TJSL di Kabupaten Manggarai. Beberapa di antaranya meliputi dukungan bagi pengembangan UMKM temulawak, pembangunan rumah gendang sebagai pusat kegiatan adat, penanaman pohon kopi untuk mendukung ekonomi hijau, hingga penyediaan sarana air bersih bagi warga di Gendang Wewo.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, PLN berharap dapat memperkuat posisi masyarakat lokal sebagai mitra pembangunan yang aktif. Upaya ini sejalan dengan komitmen PLN dalam mendorong terciptanya kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus menjaga keseimbangan lingkungan.

Kehadiran proyek PLTP Ulumbu Unit 5–6 Poco Leok juga menjadi bagian dari agenda besar transisi energi bersih nasional. Dengan memanfaatkan sumber daya panas bumi yang melimpah di wilayah NTT, proyek ini diharapkan mampu memperluas akses energi bersih, menekan emisi karbon, serta memberikan nilai tambah ekonomi bagi daerah sekitar.

Melalui pendekatan sosial dan ekonomi yang berkelanjutan, PLN UIP Nusra berupaya memastikan bahwa setiap proyek pembangunan energi tidak hanya menghadirkan listrik bagi masyarakat, tetapi juga membuka peluang peningkatan kualitas hidup di berbagai aspek kehidupan warga Manggarai.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index