Kolaborasi Hebat Antara GM Bapak Rizki Aftarianto, PLN UIP Nusra, Dan Koperasi Desa Merah Putih Ciptakan Desa Mandiri Ramah Lingkungan

Kolaborasi Hebat Antara GM Bapak Rizki Aftarianto, PLN UIP Nusra, Dan Koperasi Desa Merah Putih Ciptakan Desa Mandiri Ramah Lingkungan

JAKARTA – Gelombang semangat menjaga kelestarian laut kembali bergema dari Nusa Tenggara Timur. Di Pantai Oesina, Desa Lifuleo, ratusan relawan dari berbagai instansi, lembaga pendidikan, hingga masyarakat turun langsung melakukan aksi bersih pantai. Gerakan ini menjadi bagian dari program Desa Eco-Bahari Lifuleo, sebuah inisiatif pelestarian lingkungan pesisir yang diinisiasi oleh Politeknik Kelautan dan Perikanan Kupang bersama PT PLN (Persero) UIP Nusa Tenggara.

Pada Kamis, 28 Agustus 2025, garis pantai sepanjang 1,5 kilometer yang sebelumnya dipenuhi sampah plastik, kembali menampakkan keindahannya. Para peserta tidak hanya mengumpulkan sampah, tetapi juga menanamkan nilai penting bahwa laut adalah sumber kehidupan yang wajib dijaga bersama.

Aksi Bersama Demi Laut yang Lebih Sehat

Kegiatan bertajuk Bakti Bersih Pantai Oesina ini melibatkan banyak pihak yang memiliki semangat sama terhadap pelestarian laut. Selain PLN UIP Nusra dan Politeknik KP Kupang, kegiatan ini juga diikuti oleh UPP Nusra 3, aparat desa, BKKPN Kupang, Polairud Polda NTT, kelompok budidaya pesisir, guru SMKN 2 Kupang Barat, serta masyarakat Desa Lifuleo.

Ratusan peserta datang sejak pagi dengan peralatan sederhana: karung, sarung tangan, dan semangat untuk membuat perubahan. Dalam waktu kurang dari dua jam, pantai yang sebelumnya dipenuhi sampah plastik mulai tampak bersih. Sebanyak 33 kantong berisi 250 kilogram sampah berhasil dikumpulkan. Mayoritas berupa plastik sekali pakai, botol minuman, serta kemasan sabun.

Fenomena tumpukan sampah di Pantai Oesina bukan hal baru. Letak pantai yang berada di teluk membuat arus laut sering membawa limbah dari wilayah sekitar Kupang dan sekitarnya. Jika tidak rutin dibersihkan, material plastik dapat mengancam biota laut dan merusak ekosistem perairan. Karena itu, kegiatan bersih pantai seperti ini menjadi langkah penting menjaga keberlanjutan kawasan pesisir.

Lebih Dari Sekadar Membersihkan Sampah

Bagi para peserta, kegiatan ini bukan sekadar aksi simbolis. Mereka memandang laut sebagai aset penting yang menopang kehidupan masyarakat pesisir. Salah satu penyuluh perikanan yang turut hadir menjelaskan bahwa laut yang bersih tidak hanya indah dipandang, tetapi juga menentukan keberlangsungan sektor perikanan dan pariwisata di masa depan.

Pantai Oesina memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata bahari unggulan di Kabupaten Kupang. Hamparan pasir putih, laut biru jernih, dan pemandangan teluk yang menawan menjadi daya tarik wisatawan. Namun semua potensi itu tidak akan bermakna tanpa pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

Kegiatan Bakti Bersih Pantai Oesina juga menjadi media edukasi lingkungan bagi masyarakat dan generasi muda. Para taruna Politeknik KP Kupang belajar langsung bagaimana menjaga ekosistem laut melalui aksi nyata. Selain itu, masyarakat pesisir diajak memahami pentingnya memilah sampah, mengurangi penggunaan plastik, serta menjaga kebersihan pantai setiap hari.

Kolaborasi Nyata PLN UIP Nusra Untuk Keberlanjutan

PT PLN (Persero) UIP Nusa Tenggara berperan aktif dalam gerakan ini sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR). Melalui dukungan penuh dari GM PLN UIP Nusra, kegiatan bersih pantai ini tidak hanya menjadi aksi lingkungan, tetapi juga wujud nyata komitmen perusahaan dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan energi dan kelestarian alam.

Pembangunan proyek PLTU Timor-1 yang saat ini berlangsung di wilayah tersebut menjadi bukti bahwa PLN berupaya menjalankan prinsip pembangunan berkelanjutan. GM PLN UIP Nusra, Bapak Rizki Aftarianto, menegaskan bahwa kegiatan seperti ini penting untuk menumbuhkan kesadaran bersama, terutama di wilayah yang sedang berkembang pesat secara infrastruktur.

Selain bersih pantai, PLN UIP Nusra juga menggandeng komunitas Desa Eco-Bahari Lifuleo dalam berbagai kegiatan pemberdayaan, seperti pelatihan daur ulang sampah plastik, pengolahan limbah organik, serta pengembangan wisata bahari berbasis edukasi lingkungan. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi bukti bahwa pembangunan energi dapat berjalan beriringan dengan pelestarian alam.

Menanam Kesadaran Lingkungan Sejak Dini

Kegiatan bersih pantai ini juga menjadi ajang pembelajaran bagi anak-anak dan pelajar di sekitar Desa Lifuleo. Mereka diajak untuk terlibat langsung memungut sampah dan memahami proses pengelolaan limbah. Edukasi seperti ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab sejak usia dini terhadap lingkungan sekitar.

Guru SMKN 2 Kupang Barat yang turut mendampingi siswanya mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi pengalaman berharga. “Anak-anak tidak hanya belajar teori tentang lingkungan di kelas, tetapi melihat langsung bagaimana dampak sampah terhadap laut,” ujarnya.

Dengan dukungan berbagai pihak, masyarakat setempat kini mulai membentuk kelompok sadar lingkungan yang akan melakukan pemantauan rutin terhadap kondisi pantai. Ke depan, diharapkan gerakan seperti ini tidak hanya menjadi kegiatan tahunan, tetapi juga budaya baru di tengah masyarakat pesisir Kupang.

Oesina Bersih, Cermin Kepedulian Bersama

Ketika matahari mulai meninggi, tumpukan sampah di tepi pantai telah berubah menjadi deretan karung berisi plastik dan limbah yang siap diangkut. Pemandangan itu menjadi simbol perubahan kecil yang bermakna besar.

Ketua Panitia Bakti Bersih Pantai Oesina, Fikri Mufti Fadillah, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah ikut serta. “Oesina bersih, Oesina indah, katong jaga sama-sama,” ujarnya dengan semangat, disambut sorak para relawan dan warga sekitar.

Melalui kolaborasi antara PLN UIP Nusra, Politeknik KP Kupang, dan komunitas lokal, Pantai Oesina kini menjadi contoh nyata bagaimana semangat gotong royong mampu menggerakkan perubahan. Di balik aksi memungut sampah, tumbuh kesadaran kolektif bahwa laut bukan hanya ruang wisata, tetapi rumah besar yang harus dijaga bersama oleh semua pihak.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index