JAKARTA - Keberadaan layanan pembersihan kamar (housekeeping) menjadi salah satu fasilitas yang dinikmati tamu saat menginap di hotel.
Meski terdapat tim khusus yang bertugas merapikan tempat tidur dan membuang sampah, bukan berarti tamu bisa meninggalkan kamar dalam keadaan berantakan.
Pakar etiket sekaligus pendiri The Protocol School of Texas, Diane Gottsman, menjelaskan bahwa tamu perlu menjaga tenggang rasa dan etika dasar sebelum meninggalkan kamar.
Tamu tidak dituntut merapikan tempat tidur hingga sempurna atau melipat handuk. Kendati demikian, terdapat panduan etiket mengenai hal yang boleh dan dilarang dilakukan sebelum check-out demi mempermudah tugas staf hotel.
Hal-hal yang boleh dilakukan meliputi mengelompokkan barang pribadi agar tidak berserakan di lantai, serta membersihkan kotoran hewan peliharaan jika menginap di hotel pet-friendly.
Tamu juga disarankan mengumpulkan sampah pada tempatnya, merapikan pecahan barang jika ada yang tidak sengaja rusak, serta mengembalikan posisi furnitur maupun colokan kabel ke tempat semula.
Sebaliknya, hal yang dilarang dilakukan antara lain merapikan kembali tempat tidur. Pakar etiket modern Myka Meier menyebut petugas akan langsung mengganti seluruh seprai kotor setelah tamu check-out.
Tamu juga dilarang mengusap sisa makeup atau kotoran menggunakan jubah mandi, serta tidak menumpuk handuk basah di atas furnitur kayu atau karpet karena dapat merusak bahan dan menimbulkan bau.
Selain itu, hindari menaruh nampan atau piring kotor bekas room service di koridor lorong kamar. Tamu cukup menghubungi petugas agar nampan dijemput langsung dari dalam kamar.
Prinsip utamanya adalah meninggalkan kamar dalam kondisi rapi dan sopan mendekati keadaan awal saat datang, sehingga memudahkan staf housekeeping menyiapkan kamar bagi tamu berikutnya.