Kuliner Tradisional Berbagai Negara Memenuhi Kaidah Gizi Seimbang

Kuliner Tradisional Berbagai Negara Memenuhi Kaidah Gizi Seimbang
Ilustrasi Makanan Tradisional.

JAKARTA - Banyak orang menganggap pola makan untuk mendukung kesehatan dan pemulihan tubuh harus mengandalkan makanan modern, suplemen, atau menu khusus.

Padahal, prinsip gizi seimbang yang kini direkomendasikan para ahli telah lama diterapkan pada masakan tradisional dari berbagai penjuru dunia.

Vice President of Health and Wellness Herbalife, Luigi Gratton, menjelaskan bahwa hidangan warisan memiliki fondasi nutrisi yang persis sama dengan panduan pola makan modern.

"Selama puluhan tahun berkecimpung di bidang nutrisi olahraga, saya justru belajar bahwa anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Makanan yang dahulu dimasak oleh nenek kami, dengan resep dan bahan-bahan yang diwariskan secara turun-temurun, sesungguhnya jauh lebih dekat dengan prinsip nutrisi modern daripada yang kami bayangkan," ujar Gratton dalam keterangan tertulis, Senin (3/8/2026).

Menurutnya, kuliner tradisional di berbagai kawasan dibangun di atas prinsip keseimbangan karbohidrat, protein, lemak sehat, serta pemanfaatan buah dan sayuran segar.

Konsep tersebut sejalan dengan panduan Performance Plate. Di Asia, sajian seperti bibimbap Korea dan sup miso Jepang menyajikan kombinasi nutrisi lengkap serta pangan fermentasi yang mendukung kesehatan pencernaan.

Di Amerika Tengah, paduan nasi dan kacang-kacangan seperti pada huevos rancheros menyediakan asupan protein utuh. Sementara itu, kawasan Amerika Selatan mengenal ceviche dan feijoada yang efektif menyuplai energi serta membantu proses pemulihan fisik.

Pola makan Mediterania yang diakui sangat sehat mengandalkan paella dan salad Yunani yang kaya senyawa antiinflamasi. Adapun hidangan Timur Tengah seperti hummus, falafel, dan kurma menawarkan protein nabati serta karbohidrat alami pengisi energi.

Di wilayah Afrika, menu jollof rice dan shakshuka turut menghadirkan perpaduan karbohidrat, protein, serta mikronutrien penting dalam satu porsi makan.

Gratton menegaskan bahwa menjaga kesehatan tidak harus meninggalkan kuliner tradisional. Berbagai resep warisan pada dasarnya telah memenuhi kebutuhan gizi harian secara alami.

"Setiap negara memiliki versi Performance Plate-nya masing-masing. Meski bahan makanannya berbeda, prinsip dasarnya tetap sama," ujar Gratton.

Ia mengajak masyarakat untuk tetap bangga menikmati sajian tradisional. Fondasi gizi sehat telah ada sejak dulu, dan ilmu nutrisi modern hanya memberi istilah baru bagi tradisi yang diwariskan antar-generasi.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index